PNIB Tolak Novel Bamukmin yang Tidak Setia NKRI Duduki Jabatan Komisaris BUMN Hotel Garuda Natour

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:39 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 05 Juli 2026
Jabatan komisaris BUMN kembali menuai sorotan tajam publik. Beberapa sosok yang menduduki kursi wakil pemerintah di perusahaan plat merah disinyalir sebagai hadiah kue kekuasaan daripada pengawasan kinerja perusahaan.

Sosok kontroversi dan tidak kompeten di bidangnya mendapat kritik dari ormas kebhinakaan, anti khilafah, intoleransi, terorisme dan khilafah Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB). Ketua umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menyatakan pengangkatan sosok Novel Bamukmin menjadi Komisaris Hotel Garuda Natour adalah kecerobohan.

“Novel Bamukmin pentolan FPI dan khilafah tidak layak diberi jabatan komisaris. Apa jadinya orang yang tidak setia pada NKRI dipercaya menjadi pejabat perusahaan Negara? Publik tidak lupa Novel dulu berteriak lantang mengkafir-kafirkan orang. Menganggap kita negara Thogut hingga berupaya mengkhilafahkan Indonesia” tegas Gus Wal.

Negara dengan segala potensi sumber dayanya menurut Gus Wal adalah milik mereka yang mencintai Republik ini. Kesetiaan kepada negara adalah harga mati untuk mengukur integritas kepada bangsa.

“Segala sumber daya bangsa ini milik kita yang setia NKRI. Mereka yang menolak Pancasila tidak berhak mendapatkan kebaikan dari negara. Jabatan komisaris BUMN menjadi hadiah kue pemenang Pemilu benar adanya, tapi itu tidak berlaku bagi mereka kelompok sarabpatigenah benalu bangsa” imbuh Gus Wal.

PNIB menghimbau Pemerintah mengkaji ulang penempatan pejabat BUMN tidak asal comot tanpa memperhitungkan dampak ke depannya. Menurut Gus Wal sosok Novel Bamukmin harus segera dibatalkan jabatannya jika ingin kondisi kerukunan hidup beragama, berbangsa dan bernegara tetap kondusif.

“Copot Novel sebagai Komisaris yang sebelumnya sudah melukai dan memecah belah kerukunan hidup beragama, berbangsa dan bernegara, . Kelompok khilafah dan terorisme akan semakin sulit ditumpas jika para pengasongnya diberi gaji dan jabatan oleh negara. Mereka yang mendapat support logistik dari orang-orang semacam Novel Bamukmin. Dia hanya pura-pura mendukung pemerintah, namun punya agenda tersembunyi mendukung gerakan disintegrasi bangsa dengan terorisme dan khilafahnya” ujarnya.

Rekam jejak Novel Bamukmin dan FPI menurut Gus Wal tidak bisa dihapus begitu saja. PNIB tidak pernah surut melakukan perlawanan pada kelompok 212 yang pernah membahayakan negara.

“Kami PNIB akan konsisten menolak kelompok pengusung politik identitas, intoleransi dan terorisme. Meskipun mereka kini menjelma menjadi pejabat negara, kami tidak akan surut menolak. Mereka bukan pejabat yang harus dihormati karena penuh kepura-puraan.

Bagi PNIB keutuhan bangsa ini lebih penting daripada urusan jabatan, baik hari ini atau ke depannya. Kita tidak pernah berpikir berhenti berjuang, karena sedetik kita berhenti maka kita sudah terjajah lagi” pungkas Gus Wal.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Gus Kikin dan Harapan Kepemimpinan PBNU yang Teduh, Moderat, dan Keberanian Kembali ke Khittah
BEM PTNU : PT ANTAM Pongkor Harus Dievaluasi: Keselamatan Rakyat, Kelestarian Lingkungan, dan Keadilan Sosial Tidak Boleh Dikorbankan.
Pemkab Deli Serdang Bersama, Kementerian PKP Matangkan Program 3 Juta Rumah, Lahan di Percut Sei Tuan Disurvei
MEMBACA ARAH POLITIK KIAI MAKRUF AMIN DAN KIAI IMAM JAZULI MENJELANG MUKTAMAR NU KE-35
Menimbang Tempat Muktamar NU di Cirebon
Lewat Obrolan Hangat di Kios Ponsel, Babinsa Perkuat Silaturahmi dengan Warga Pakpak Bharat
Bersama Kuasa Hukum , Ibu Bupati Gowa Laporkan Saksi Hak Angket DPRD Gowa
KH Abdul Salam Shohib: Figur Muda Progresif yang Ingin Mengembalikan PBNU sebagai Penjaga Moral Bangsa

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:20 WIB

Gus Kikin dan Harapan Kepemimpinan PBNU yang Teduh, Moderat, dan Keberanian Kembali ke Khittah

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:10 WIB

BEM PTNU : PT ANTAM Pongkor Harus Dievaluasi: Keselamatan Rakyat, Kelestarian Lingkungan, dan Keadilan Sosial Tidak Boleh Dikorbankan.

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:03 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama, Kementerian PKP Matangkan Program 3 Juta Rumah, Lahan di Percut Sei Tuan Disurvei

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:03 WIB

MEMBACA ARAH POLITIK KIAI MAKRUF AMIN DAN KIAI IMAM JAZULI MENJELANG MUKTAMAR NU KE-35

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:53 WIB

Lewat Obrolan Hangat di Kios Ponsel, Babinsa Perkuat Silaturahmi dengan Warga Pakpak Bharat

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:49 WIB

Bersama Kuasa Hukum , Ibu Bupati Gowa Laporkan Saksi Hak Angket DPRD Gowa

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:48 WIB

KH Abdul Salam Shohib: Figur Muda Progresif yang Ingin Mengembalikan PBNU sebagai Penjaga Moral Bangsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif, Babinsa Monitoring Kegiatan Ibadah Minggu di GKPPD Kerajaan

Berita Terbaru