Pengamat Nilai Laporan Dugaan Pokir Perlu Dilihat Secara Proporsional

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:40 WIB

50113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— 29 Januari 2026 Pelaporan dugaan penyimpangan dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Hugo Simon Franata, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai perhatian. Namun di tengah derasnya tudingan, sejumlah kalangan mengingatkan agar pelapor juga berhati-hati, mengingat laporan yang tidak didukung bukti kuat dan gagal Faham dalam mekanisme berpotensi berujung pada persoalan hukum baru.

Pengamat politik dan kebijakan publik, Malik Fathoni, SH., M.Si., menilai bahwa isu Pokir kerap disalahpahami publik. Menurutnya, Pokir secara hukum merupakan usulan aspirasi masyarakat yang disampaikan DPRD, sementara pelaksanaan teknis sepenuhnya berada di tangan eksekutif melalui OPD terkait.

“Legislatif tidak memiliki kewenangan mengeksekusi proyek, menentukan kontraktor, atau mencairkan anggaran. Jika ada dugaan penyimpangan fisik pekerjaan, maka yang harus diperiksa adalah struktur pelaksana di ranah eksekutif,” ujar Malik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, menarik anggota DPRD ke dalam dugaan teknis pelaksanaan proyek tanpa mengurai kewenangan OPD, PPK, dan KPA berpotensi menyesatkan opini publik. “Kesalahan prosedur tidak bisa serta-merta dialamatkan kepada pengusul Pokir,” Imbuhnya

Masih kata Malik , bahwa pengawasan lapangan yang dilakukan anggota DPRD merupakan bagian dari fungsi konstitusional, bukan bentuk intervensi. “Jika fungsi pengawasan disamakan dengan pengendalian proyek, maka yang lumpuh adalah mekanisme check and balance,” ujarnya.

Terkait laporan ke KPK, Malik menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah. Ia mengingatkan bahwa diterimanya laporan masyarakat bukanlah bukti terjadinya tindak pidana, melainkan baru tahap awal verifikasi oleh aparat penegak hukum.

Lebih jauh, Malik menyoroti adanya risiko hukum bagi pelapor apabila laporan yang disampaikan terbukti tidak benar atau tidak didukung alat bukti yang sah. “Dalam hukum pidana, terdapat Pasal 220 KUHP tentang laporan atau pengaduan palsu kepada penguasa, yang ancaman pidananya tidak ringan,” jelasnya.

Selain itu, apabila laporan disertai penyampaian tuduhan di ruang publik yang menyerang kehormatan atau reputasi seseorang tanpa dasar putusan hukum yang sah, tetap terbuka potensi konsekuensi hukum. Dalam rezim hukum pidana terbaru, perlindungan terhadap kehormatan dan nama baik diatur dalam ketentuan lain, termasuk dalam KUHP Nasional dan peraturan perundang-undangan terkait, sepanjang unsur perbuatan, kesengajaan, dan akibat hukumnya dapat dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Karena itu, semua pihak seharusnya menahan diri. Kritik boleh, laporan juga sah, tetapi harus berbasis data, kewenangan, dan fakta hukum, bukan asumsi atau opini,” tegas Malik.

Ia menilai, tidak tertutup kemungkinan pihak terlapor menempuh langkah hukum lain apabila merasa dirugikan secara reputasi dan hukum. Namun hal itu, menurutnya, merupakan hak konstitusional setiap warga negara dalam negara hukum.

Menutup pernyataannya, Malik menegaskan bahwa meluruskan fungsi DPRD dan risiko hukum dalam pelaporan bukanlah upaya membela individu, melainkan menjaga agar demokrasi dan penegakan hukum tetap berjalan di rel yang benar, adil, dan berkeadaban.penegakan hukum berjalan adil, rasional, dan tidak berubah menjadi alat penghakiman publik,Tutupnya

(Suprani IWO-I)

Berita Terkait

Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Aktivitas Mencurigakan di SPBU 14.202.113 Tanjung Mulia Terpantau Bebas Beroperasi
Polsek Candipuro Ungkap Curanmor di Trimomukti, Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Buron
Kasus BBM Bersubsidi di Paluta, Klarifikasi Kapolres Tapanuli Selatan Dinilai Terkesan “Buang Badan” dan Anti Kritik Publik
KONFLIK AGRARIA DI LAMBAR, BUPATI : “HARUS DISELESAIKAN DAN MENDAPAT KEPASTIAN HUKUM”
Diduga Gunakan Solar Ilegal Polres Metro Bekasi Hentikan Proyek Irigasi SS Kalibutek Senilai Rp 43 Miliar di Sindangjaya
Satgas Yonif 123/Rajawali Bangun Lapangan Voli dan Bagikan Bola untuk Warga Kampung Wonggi

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:56 WIB

Air Mata Pengiring Kepergian Camat Kedondong, Sosok Pemimpin yang Dekat di Hati Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:53 WIB

Gasak Motor di Halaman Masjid Saat Salat Subuh, Pelaku Curat Diringkus Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Bersama Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:18 WIB

Rutan Ambon Akhiri Program Magang HUB Batch II Dengan Apresiasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:19 WIB

Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:29 WIB

Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:28 WIB

Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB

Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa

Berita Terbaru