LSM MAUNG Desak KPK Tuntaskan Kasus Proyek Jalan Mempawah yang Diduga Rugikan Negara Rp40 Miliar

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:09 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Pontianak, Kalbar — 28 Februari 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemanggilan saksi dalam kasus korupsi proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Hal tersebut berlangsung sudah hampir tiga bulan yang lalu, tepatnya Pada Kamis (4/12/2025), lembaga antirasuah memanggil Arief Rinaldi Norsan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang juga putra Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, untuk dimintai keterangan.

Selain Arief Rinaldi, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya, yaitu Emma Suhartini (ibu rumah tangga), Eddy Dwi Pribadi (notaris), dan Istiqomah Iskandar (karyawan swasta). Seluruh pemeriksaan dilakukan di Polda Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, KPK telah memanggil sejumlah saksi lain, termasuk mantan sopir Bupati Mempawah Abudin dan beberapa pihak swasta. Lembaga ini juga telah memeriksa mantan Ketua DPRD Mempawah periode 2015 Rahmad Satria, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah tahun 2015 Rajuini dan Indaryani.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, namun identitas mereka belum diungkap. Penyidikan terus mendalami dugaan adanya alur perintah dari Ria Norsan, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Mempawah, serta aliran dana dan fee proyek yang diduga terjadi. KPK juga telah menggeledah kediaman Ria Norsan dan memeriksanya sebagai saksi, serta memeriksa Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi.

Menanggapi perkembangan kasus ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (LSM MAUNG) memberikan sorotan dan desakan keras. Ketua LSM MAUNG, melalui Ketua Divis Hukum Iwan Gunawan SH,  dalam pernyataan tertulisnya, menyatakan keprihatinan atas lambatnya penyelesaian kasus yang diduga merugikan negara hingga sekitar Rp40 miliar ini.

“Kami menuntut KPK untuk mempercepat proses penyidikan dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat tinggi yang diduga memiliki peran dalam kasus ini. Transparansi sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan,” ujarnya. Sabtu (28/02/26).

LSM MAUNG juga mendesak KPK untuk tidak ragu menetapkan status hukum Ria Norsan jika bukti yang ditemukan cukup kuat. Selain itu, lembaga ini meminta agar seluruh aset yang diduga berasal dari korupsi disita dan dikembalikan kepada negara.

“Kasus korupsi proyek jalan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Mempawah. Oleh karena itu, penyelesaian yang cepat dan adil sangat diharapkan,” tambahnya.

Sementara itu, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa lembaganya terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti lengkap untuk membuat kasus ini terang benderang. “Kami meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan yang sedang berlangsung. Pada waktunya nanti, kasus ini akan diungkap sejelas-jelasnya ke publik,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses penyidikan kasus korupsi proyek jalan di Mempawah masih berjalan. Desakan dari LSM MAUNG dan harapan masyarakat akan keadilan menjadi tekanan tambahan bagi KPK untuk bekerja maksimal. Masyarakat pun menantikan langkah selanjutnya dari lembaga antirasuah yang diharapkan dapat segera mengungkap seluruh kebenaran dan menuntaskan kasus ini tanpa hambatan.

 Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG

Berita Terkait

Harmoni May Day di Boyolali, Buruh, Pemerintah dan Aparat Bersatu dalam Semangat Kebersamaan
*Pekerjaan Sumur Bor Dikebut, Air Bersih Segera Mengalir ke Rumah Warga*
Antisipasi Kerawanan saat May Day, Koramil 06/Kerajaan Bersama Polsek Sukarame Sisir Titik Vital di Wilayah Kecamatan Kerajaan
May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi
Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”
Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:59 WIB

Harmoni May Day di Boyolali, Buruh, Pemerintah dan Aparat Bersatu dalam Semangat Kebersamaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:36 WIB

Antisipasi Kerawanan saat May Day, Koramil 06/Kerajaan Bersama Polsek Sukarame Sisir Titik Vital di Wilayah Kecamatan Kerajaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:30 WIB

May Day 2026 di Salak Tetap Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Sisir Titik Rawan Sejak Pagi

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:27 WIB

Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:11 WIB

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota

Kamis, 30 April 2026 - 18:50 WIB

Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro

Kamis, 30 April 2026 - 18:37 WIB

Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIB

Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor

Berita Terbaru