Krisis Air Bersih di Patianrowo, PDAM Kertosono Tega “Suplai” Air Keruh dan Hitam ke Warga

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:24 WIB

50109 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 29 Januari 2026 Hak warga Desa Patianrowo untuk mendapatkan air layak konsumsi tampak jauh dari kenyataan. Pelayanan Unit PDAM Kertosono kini tengah berada di bawah sorotan tajam setelah warga mengeluhkan kualitas air yang dinilai lebih menyerupai air selokan daripada air bersih.

Pelanggan PDAM berinisial E dan S (seorang Purnawirawan TNI Marinir), didampingi oleh Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Distribusi air yang sangat kotor, keruh, berwarna hitam, dan berbau, yang mengakibatkan gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit.

Desa Patianrowo, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk (wilayah cakupan Unit PDAM Kertosono).

Keluhan ini memuncak dan dilaporkan pada akhir Januari 2026 setelah kondisi air tak kunjung membaik.

Diduga adanya kegagalan sistem filtrasi atau pemeliharaan pipa yang buruk, namun hingga kini pihak PDAM dianggap lalai dalam memberikan kualitas sesuai standar kesehatan.

Air yang mengalir ke rumah warga tidak bisa dikonsumsi sama sekali. Warga terpaksa menggunakan air tersebut hanya untuk mandi dengan risiko kesehatan, sementara untuk kebutuhan minum, warga harus merogoh kocek ekstra untuk membeli air galon.

Purnawirawan TNI Marinir berinisial S menyampaikan kekecewaannya dengan nada tinggi. Menurutnya, kondisi air ini bukan sekadar masalah teknis biasa, melainkan bentuk pengabaian hak konsumen.

“Air PDAM ini buat mandi saja sudah ngeri, Mas. Kalau buat minum jelas tidak bisa, terlalu keruh dan hitam. Ini bukan air bersih, ini sumber penyakit. Kulit kami sudah gatal-gatal,” tegas S kepada awak media.

Upaya Konfrontasi
Menanggapi penderitaan warga, Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, menyatakan tidak akan tinggal diam. Pihaknya telah mengantongi bukti digital berupa rekaman video kualitas air yang jauh di bawah standar kepatutan.

“Kami akan mendatangi Kantor Unit PDAM Kertosono untuk meminta pertanggungjawaban. Kami membawa bukti video yang sangat jelas. Rakyat membayar kewajiban mereka tiap bulan, tapi yang mereka dapatkan adalah air hitam yang merusak kesehatan. Ini harus ada sanksi dan solusi instan!” ujar Edi dengan tegas.

Manajemen PDAM Kertosono harus menjelaskan secara transparan ke mana perginya anggaran pemeliharaan jika infrastruktur yang ada justru menghasilkan air yang membahayakan publik. Pasal 8 UU Perlindungan Konsumen sangat jelas melarang pelaku usaha memperdagangkan barang/jasa yang tidak sesuai dengan jaminan atau standar yang dijanjikan.

Tim Investigasi Redaksi

Berita Terkait

Sinergi Tanpa Batas: Anggota Koramil 0810/06 Kertosono dan Warga Tuntaskan Pemasangan Paving di Desa Lawak
Transparansi yang Terbelenggu: Rakyat Kudu Tagih Akuntabilitas di Nganjuk
Silaturahmi dengan GASMI Pagar Nusa, Kapolres Nganjuk Perkuat Sinergi Harkamtibmas
Dari UMKM hingga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk dan GMNI Satukan Visi untuk Nganjuk Kondusif
Kedok Bengkel di Nganjuk Terbongkar, Jadi ‘Jagal’ 43 Motor Curian dan Gudang Penadah Online
Sinergi Membangun Desa: Pemkab Nganjuk Resmikan Jalan Baru di Rowomarto Lewat Tradisi Barikan
Ngopi Bareng Anggota Koramil Patianrowo dan Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com Bahas Kondusivitas Wilayah
MANA BUKTI NYATAMU PEMERINTAH NGANJUK: Setengah Tahun Pasca-Roboh: Jembatan Lama Kertosono Jadi Monumen Kelalaian Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:11 WIB

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT

Sabtu, 11 April 2026 - 06:19 WIB

KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH

Jumat, 10 April 2026 - 08:48 WIB

HALAL BI HALAL: MEMBANGUN KEKUATAN DALAM KEBERSAMAAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR.

Minggu, 5 April 2026 - 10:52 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: KETIKA PAJAK DIBAYAR TUNTAS, NAMUN JALAN DIBIARKAN MATI

Sabtu, 4 April 2026 - 07:42 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: LUKA YANG TAK PERNAH SEMBUH DI TENGAH KELUHAN WARGA

Jumat, 3 April 2026 - 00:24 WIB

TRAGEDI LAKA LAUT DI PANTAI BENGKUNG: KETIKA PERINGATAN DIABAIKAN, NYAWA MENJADI KORBAN

Rabu, 1 April 2026 - 21:31 WIB

Acara Kenaikan Pangkat dan Halal bi Halal

Senin, 30 Maret 2026 - 10:05 WIB

LARUNG KEPA SAPI MERIAHKAN HARI RAYA KETUPAT DI PANTAI BAJUL MATI. DIMALANG JAWA TIMUR.

Berita Terbaru