Kembangkan Bambu, Wamen Viva Yoga Ajak Ajik Krisna Menjadikan Bali sebagai Pusat Bambu Dunia

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:48 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, nasionaldetik.com

Ajik Krisna memberikan apresiasi kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang mendorong diperkenalkan dengan Haji Jatnika Nanggamihardja, ahli bambu berskala internasional. Kepada pria yang akrab dipanggil Aki Jatnika itu, dirinya ingin belajar banyak tentang pohon bambu dan manfaatnya.

Ungkapan demikian disampaikan pria dengan nama asli Gusti Ngurah Anom itu saat berkunjung ke Padepokan Kabuyutan Muara Beres, Padepokan Bambu Indonesia, pusat pelatihan budaya bambu, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 31/1/2026. Dalam kunjungan itu, Aki Jatnika sebagai pemilik padepokan menjelaskan berbagai varietas pohon bambu kepada pemilik puluhan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali itu. Di padepokan yang berada di tepi Sungai Ciliwung itu ada sebanyak 161 varietas bambu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajik Krisna jauh-jauh dari Bali menuju ke Cibinong untuk belajar bambu sebab dirinya ingin mengembangkan kawasan seluas 30 Ha di Bali bagian utara sebagai kampung wisata UMKM. Di kawasan itu di antaranya akan dibangun hutan bambu, pusat riset bambu, museum bambu. Pusat kuliner dan perkampungan bambu, di mana masyarakat yang ada selain menanam pohon bambu juga mengolah bambu untuk dijadikan alat kesenian, rumah tangga, dan cinderamata atau souvenir. Dalam kunjungan terlihat Ajik sangat antusias mendengar berbagai penjelasan dari Aki Jatnika.

Viva Yoga mengatakan banyak manfaat dari menanam pohon bambu. “Berbagai produk bisa dihasilkan dari olahan bambu”, ujarnya. Dirinya menyebut Kementerian Transmigrasi juga memiliki program untuk membudidayakan pohon bambu di kawasan transmigrasi. Membudidayakan tanaman yang menjalar ke atas ini dikatakan memiliki banyak kelebihan, selain hasil panennya bisa diolah dalam berbagai bentuk dan sebagai penopang kebutuhan manusia, pohon ini juga bisa ditanam di berbagai tempat. “Di lahan transmigrasi yang beragam tekstur tanahnya, bisa dibudidayakan pohon bambu”, ujar mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu. “Di desa banyak orang menanam pohon bambu di belakang rumah”, tambahnya.

Hasil olahan bambu menurutnya sekarang tidak hanya berupa kursi, meja, cinderamata, atau alat tradisional lainnya namun juga bisa berupa berbagai jenis pakaian dan aksesorisnya. Hal demikian diketahui setelah dirinya beberapa waktu yang lalu menerima Kedatangan delegasi Promosi Perdagangan Indonesia-Guangdong (PPIG).

Diungkap dalam pertemuan, PPIG mempresentasikan investasi pengembangan bambu varietas reed (‘reed bamboo’). Bambu jenis ini bisa diolah menjadi ‘fiber bamboo’ (serat bambu). Hasil olahan yang dihasilkan bisa dimanfaatkan menjadi berbagai bahan tekstil dan pakaian dan aksesorisnya seperti kaos, jaket, kaos kaki, penutup kepala, dan jenis baju lainnya. Dengan bahan serat bambu, pakaian yang diproduksi banyak memiliki kelebihan dibanding dengan bahan yang lain.

Bambu varietas ini yang sudah dikembangkan di China dan Malaysia itu juga bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sapi. Sebagai tanaman yang rimbun, reed bamboo menjadi tanaman yang bisa mereduksi karbon dioksida. Dari sinilah varietas ini bisa menjadi komoditas pasar karbon dan bisa dijual dengan nilai yang tinggi.

“Kementerian Transmigrasi ingin mengembangkan berbagai varietas pohon bambu di kawasan transmigrasi”, ujarnya. “Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pohonnya juga mampu menjaga dan melestarikan alam”, tambahnya.

Red.

Berita Terkait

Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai
Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan
Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA
Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja
Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa
Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan*
TANGKAP MAFIA BAJINGAN ANGGARAN : Sengkarut Anggaran Kendaraan Dinas Musi Rawas Utara: Pemborosan Rp1,8 Miliar Akibat Kelalaian Berjamaah,

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:46 WIB

Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:29 WIB

Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:28 WIB

Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB

Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan*

Senin, 25 Mei 2026 - 09:29 WIB

TANGKAP MAFIA BAJINGAN ANGGARAN : Sengkarut Anggaran Kendaraan Dinas Musi Rawas Utara: Pemborosan Rp1,8 Miliar Akibat Kelalaian Berjamaah,

Senin, 25 Mei 2026 - 07:10 WIB

KH Imam Jazuli Siapkan Revolusi Tranformatif 5.000 Pesantren, Pengasuh dari 34 Provinsi Digembleng Sepanjang 2026

Berita Terbaru