KELUARGA BESAR KODIM 0210/TU GELAR UPACARA SAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA TAHUN 2026

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:38 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DANDIM 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.Sos.: “PARA PEMUDA DAN PEJUANG KESUMA BANGSA TELAH BERSUMPAH. KAU, AKU, DAN KITA SEMUA MARI BERSATU DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.”

​Tarutung, Nasionalfetik.com

– Prajurit dan PNS Kodim 0210/TU melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos. yang diwakili oleh Kasdim 0210/TU Mayor Arh A.S. Butarbutar, S.H. Pada kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Apel Makodim 0210/TU, Jalan Sisingamangaraja No. 185, Hutatoruan VI, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
​Dalam amanatnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan bahwa 98 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji—janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, dan janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, semangat tersebut harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.
​Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kita ingin membangun Indonesia yang maju. Namun, kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak pernah menyerah, serta dari kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Karena itu, kita harus membentuk dan menciptakan generasi masa depan yang patriotik, gigih, ulet, tangguh, serta memiliki empati dan budi pekerti. Patriotik berarti mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menunjukkan pengabdian terbaik dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan, hambatan, dan tantangan; tidak runtuh dan berputus asa ketika mengalami kegagalan; serta tidak pernah berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sementara itu, berempati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan maupun kekurangan saudara sebangsa dan setanah air, serta tidak berpaling ketika melihat rakyat membutuhkan pertolongan. Sebab, jiwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa hati nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa perikemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
​Di sisi lain, Menpora Erick Thohir berpesan agar para pemuda senantiasa bercita-cita dan bermimpi setinggilangit, bekerja sekeras mungkin, serta menjadi manusia yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani, serta tulus dan ikhlas membantu dan mengulurkan tangan kepada sesama.

​Akhirnya, atas nama Panglima Tertinggi sekaligus Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto, seluruh keluarga besar Kementerian Pemuda dan Olahraga mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026:
​”Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukanlah sesuatu yang hanya akan kita temui dan jalani dengan melakukan perjuangan demi kepentingan pribadi dan kelompok semata, namun masa depan adalah sesuatu yang akan kita bangun secara bersama-sama menuju masyarakat Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.”
​Apresiasi dan Kilas Balik Sejarah
​Di tempat terpisah, Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos. menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit, PNS Kodim 0210/TU, serta jajaran di wilayah teritorial Kodim 0210/TU yang meliputi Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara atas dedikasi, loyalitas, disiplin, semangat, serta etos kerja yang telah tercipta selama ini.

​”Terima kasih kami ucapkan atas pengabdian terbaik kalian selama ini. Tolong pertahankan dan tingkatkan pada masa yang akan datang, serta jalin komunikasi, sinergitas, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan segenap komponen masyarakat,” ujar Dandim 0210/TU.
​Selaku pimpinan di jajaran Kodim 0210/TU, Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos. juga mengingatkan kembali sejarah singkat lahirnya Hari Sumpah Pemuda. Peringatan setiap tanggal 28 Oktober bertujuan untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir pada Kongres Pemuda Kedua di Batavia (Jakarta) pada tanggal 27–28 Oktober 1928.
​Peristiwa heroik tersebut dilatarbelakangi oleh masa penjajahan kolonial Belanda, di mana perjuangan rakyat Indonesia saat itu masih bersifat kedaerahan melalui organisasi seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan Jong Celebes. Kesadaran bela negara untuk bersatu mulai menguat setelah dilaksanakannya Kongres Pemuda I pada tahun 1926, meskipun belum mencapai mufakat dalam menentukan arah perjuangan.
​Oleh karena itu, para pemuda dan tokoh pergerakan nasional yang memiliki integritas dan semangat juang tinggi melanjutkan Kongres Pemuda II pada tanggal 27–28 Oktober 1928. Kongres ini diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito, serta berlangsung di tiga lokasi berbeda di Jakarta:
​Rapat Pertama (27 Oktober 1928) di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), membahas arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

​Rapat Kedua (28 Oktober 1928) di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.
​Rapat Ketiga (28 Oktober 1928) di Gedung Indonesische Clubgebouw (Jl. Kramat Raya No. 106), tempat diperdengarkannya lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman untuk pertama kalinya dengan biola, serta pembacaan ikrar Sumpah Pemuda.
​Isi Naskah Sumpah Pemuda
​Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
​Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
​Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
​Tokoh Penting dalam Kongres Pemuda II (27–28 Oktober 1928)
​I. Pengurus dan Pimpinan Kongres
​Soegondo Djojopoespito – Ketua Kongres Pemuda II dari PPPI yang memimpin jalannya kongres.
​R.M. Djoko Marsaid – Wakil Ketua Kongres Pemuda II sekaligus Ketua Jong Java.
​Muhammad Yamin – Sekretaris kongres, perumus naskah Sumpah Pemuda, dan penggagas agar Bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan.
​Amir Sjarifoeddin Harahap – Bendahara dari Jong Batak Bond / PPPI yang turut menyusun konsep persatuan.
​II. Tokoh Inspirasi, Seniman, dan Pembicara
​W.R. Supratman – Pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang pertama kali memperdengarkan melodi secara instrumental dengan biola.
​Soenario Sastrowardoyo – Penasihat panitia Kongres Pemuda II sekaligus pembicara tentang pergerakan pemuda dan persatuan Indonesia.
​Johannes Leimena – Aktivis Jong Ambon dan panitia kongres dari Indonesia Timur.
​Sarmidi Mangunsarkoro – Tokoh yang memperjuangkan konsep pendidikan nasional.
​III. Tokoh Pendukung & Penyedia Sarana
​Sie Kong Liong – Pemilik rumah di Jalan Kramat Raya No. 106 (kini Museum Sumpah Pemuda) tempat lahirnya Sumpah Pemuda.
​Dolly Salim – Sosok yang pertama kali melantunkan lirik lagu “Indonesia Raya” (putri H. Agus Salim).
​Panitia Lainnya: Johan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R.C.L. Senduk, Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Betawi), dan Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia).
​Pesan Kepemimpinan Nasional dari Masa ke Masa
​Sebagai generasi penerus bangsa, kita berkewajiban melanjutkan cita-cita luhur para pejuang kusuma bangsa. Presiden ke-6 Republik Indonesia (2004–2014), Jenderal TNI (Purn.) (HOR) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam berbagai kesempatan peringatan Sumpah Pemuda, kerap menyampaikan pesan penting:
​Menjaga Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Kerukunan: Kemajuan Indonesia adalah hasil kerja keras seluruh elemen rakyat, bukan hanya pemerintah.

​Membangun Jiwa yang Santun, Cerdas, dan Berprestasi: Mempertahankan moral dan etika di era globalisasi serta mengasah kecerdasan demi mengharumkan nama bangsa.
​Memiliki Semangat Juang dan Tekad Kuat: Mendorong pemuda agar memiliki idealisme tinggi untuk membangun bangsa.
​Meningkatkan Kecintaan pada NKRI: Menjadikan Sumpah Pemuda sebagai motivasi berbuat positif bagi tanah air.
​Demikian pula para pemimpin bangsa dari Presiden pertama Ir. H. Soekarno hingga Presiden ke-8 Jenderal TNI (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto, senantiasa memberikan perhatian khusus melalui berbagai program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh persatuan nasional.
​Filosofi Gotong Royong: “Rambate Rata Hayo”
​Semangat kebersamaan dalam membangun bangsa juga tercermin dalam filosofi lagu “Rambate Rata Hayo” ciptaan Haji Rhoma Irama (dirilis tahun 1975 dan dinyanyikan berduet dengan Rita Sugiarto), yang mengandung makna gotong royong dan kerja sama:
​Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
​Dengan bekerja sama, yang susah jadi mudah.
​Rambate rata hayo, mari kita bersatu kalau memang mau maju.
​Singsingkan lengan baju demi tujuan yang satu.

​Segala pencapaian program pembangunan harus dilandasi dengan keberanian, ketulusan, keikhlasan, serta ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
​وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
​Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, perlindungan, dan kelancaran kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada keluarga, masyarakat, satuan, serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat dicintai bersama.

Sumber: Pendim 0210/TU

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Kotoran Ternak Bisa Jadi Sumber Manfaat! TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Bekali Warga Pakpak Bharat
Tinggal Pemasangan Mesin dan Tangki, Sumur Bor TMMD Kuta Dame Segera Rampung
Sumber Air Bersih Ditemukan! Sumur Bor TMMD ke-130 di Kuta Dame Capai 75 Persen
Pantang Surut! Satgas TMMD ke-130 Temukan Sumber Air Bersih, Sumur Bor Kuta Dame Capai 75 Persen
TMMD Hadir, Keterisolasian Sibongkaras Berangsur Teratasi
*Peran Aktif Babinsa Serengan Dampingan MBG Bumil dan Balita*
Rumah Warga Nyaris Bocor Parah, Babinsa Gercep Gotong Royong Perbaiki Genteng
Serap Informasi, Babinsa Punduh Sari Sambangi Korlap SPPG

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:45 WIB

Kotoran Ternak Bisa Jadi Sumber Manfaat! TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Bekali Warga Pakpak Bharat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:33 WIB

Tinggal Pemasangan Mesin dan Tangki, Sumur Bor TMMD Kuta Dame Segera Rampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:22 WIB

Sumber Air Bersih Ditemukan! Sumur Bor TMMD ke-130 di Kuta Dame Capai 75 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:13 WIB

Pantang Surut! Satgas TMMD ke-130 Temukan Sumber Air Bersih, Sumur Bor Kuta Dame Capai 75 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:50 WIB

TMMD Hadir, Keterisolasian Sibongkaras Berangsur Teratasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:50 WIB

*Peran Aktif Babinsa Serengan Dampingan MBG Bumil dan Balita*

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Rumah Warga Nyaris Bocor Parah, Babinsa Gercep Gotong Royong Perbaiki Genteng

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:37 WIB

Serap Informasi, Babinsa Punduh Sari Sambangi Korlap SPPG

Berita Terbaru

NASIONAL

TMMD Hadir, Keterisolasian Sibongkaras Berangsur Teratasi

Jumat, 30 Okt 2026 - 02:50 WIB