Nasionaldetik.com,— 11 Agustus 2026 Infrastruktur yang seharusnya menunjang mobilitas masyarakat justru menjadi ancaman keselamatan.
Sebuah jembatan jalan poros kabupaten yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Wedoro, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, mengalami kerusakan parah hingga ambrol dan dibiarkan terbengkalai selama nyaris satu tahun tanpa penanganan dari dinas terkait.
Jembatan/bangunan pelengkap jalan yang dikerjakan Dinas PUPR ambrol parah, mengalami eror tanah hingga fondasi ambles dan menyisa lubang menganga di badan jalan utama.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku instansi penanggung jawab proyek, Pemkab Lamongan, warga Desa Wedoro, serta para pengguna jalan jalur penghubung Lamongan–Bojonegoro.
Desa Wedoro, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Proyek diduga dibangun pada periode 2023–2024 dan telah mengalami kerusakan parah/terbengkalai selama nyaris satu tahun (laporan diambil per 11 Agustus 2026).
Jalan tersebut merupakan akses poros utama antar-kabupaten. Kerusakan yang dibiarkan membahayakan pengguna jalan dan menuntut pertanggungjawaban atas kualitas proyek serta respons lambat Pemkab Lamongan.
Fondasi beton jembatan patah dan ambles ke dasar aliran air, meninggalkan lubang besar di bawah badan jalan yang kini hanya ditandai dengan rambu darurat rakitan bambu dan meja bekas.
Kerusakan Fisik & Dugaan Kualitas Proyek:
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, struktur beton penyangga jembatan tampak patah total dan tergerus erosi hingga amblas. Konstruksi yang diperkirakan baru dibangun pada anggaran 2023–2024 ini dipertanyakan daya tahan serta standar pengerjaannya oleh pihak PUPR.
Pembiaran dan Pengabaian Aspirasi:
Kaur Keuangan Desa Wedoro, Jaimin, menegaskan bahwa pihak desa telah berulang kali berkoordinasi dan melapor kepada instansi terkait. Namun, hingga saat ini tidak ada tindakan nyata dari Dinas PUPR maupun Pemerintah Kabupaten Lamongan.
“Keadaan seperti ini sudah terjadi hampir satu tahun. Kami sudah berusaha menghubungi pihak terkait, tapi sampai detik ini belum ada tindakan. Ini jalan poros penghubung Lamongan dan Bojonegoro. Kami berharap Pemkab Lamongan, khususnya Bupati, segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan fatal,” tegas Jaimin di lokasi kejadian.
Desakan kepada Pemerintah Daerah
Warga dan pihak pemerintah desa mendesak Bupati Lamongan serta Dinas PUPR untuk segera:
Melakukan perbaikan darurat dan permanen demi menjamin keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas antar-kabupaten.
Evaluasi dan audit transparan terhadap kontraktor/pelaksana proyek konstruksi jembatan yang dinilai gagal mutu tersebut.
Tim Redaksi




























