Guru Honorer SDN Talok 02 Nilai MBG sebagai Peluang UMKM, Tetap Jaga Sikap Netral

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:46 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal, nasionaldetik.com

Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disertai berdirinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah menuai beragam tanggapan masyarakat.

Seorang guru honorer SDN Talok 02, Dimas Ardiyanto, S.Pd, menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada sektor sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Menurut Dimas, sebagian guru honorer mungkin merasakan kecemburuan sosial ketika melihat relawan SPPG menerima honor yang jauh lebih besar. Namun ia menegaskan bahwa rasa iri bukanlah jalan keluar.


“Kita sebagai guru honorer mungkin iri melihat relawan SPPG yang gajinya puluhan kali lipat. Akan tetapi percuma saja iri dengan rezeki orang lain. Lebih baik kita mencari peluang di tengah hadirnya dapur SPPG, khususnya di Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Di sisi lain, Dimas tidak hanya berprofesi sebagai guru honorer. Ia juga aktif sebagai jurnalis yang kerap mengikuti perkembangan kebijakan publik di daerahnya. Menurutnya, keberadaan program MBG justru memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi sekaligus melakukan pengawasan sosial.

Ia menilai pengawasan tetap penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), terutama terkait kualitas dan kelayakan menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Sebagai jurnalis, saya juga bisa ikut mengawasi agar menu yang diberikan benar-benar sesuai juknis. Program ini harus berjalan baik karena menyangkut kebutuhan gizi,” jelasnya.
Dimas menegaskan bahwa pada dasarnya dirinya bersikap netral terhadap keberadaan program MBG.

Meski saat ini ia juga aktif sebagai salah satu suplier yang melihat peluang usaha dari hadirnya dapur SPPG, ia tetap memandang program tersebut dari berbagai sudut, baik sebagai pendidik, jurnalis, maupun bagian dari pelaku usaha lokal.

Ia berharap program MBG tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM lokal secara transparan dan bertanggung jawab.

Red.

Berita Terkait

Cegah Kriminalitas, Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Sejumlah Titik di Kendal
SD N Pamulihan & SMK Nurul Huda Gugat LSM Trinusa ke PN Kalianda, Ferdy Saputra : Itu Intimidasi, Kami Siap Hadapi
Sumber Air Dekat Mempermudah Satgas TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen
DPC LSM Trinusa Laporkan Dua Sekolah di Lampung Selatan ke Kejaksaan Negeri Atas Dugaan Korupsi Dana BOS 2021-2025
Dinkes Kediri Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Fokus Lindungi Kesehatan Masyarakat
DPC Projamin Kabupaten Melawi Merasa Prihatin Atas Kejadian di Kecamatan Sayan.
Simulasi Sispamkota Digelar di Kendal, Polisi Siap Amankan Aksi May Day 2026
Isi Kekosongan Struktur Organisasi, M. Fatkhul Arafat Resmi Dilantik sebagai Kaur Perencanaan Desa Kepuh  

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:29 WIB

Bangga dan Berterima Kasih, Kades Gunung Cut Soroti Manfaat Layanan Gratis TMMD

Kamis, 30 April 2026 - 18:27 WIB

TMMD Abdya Kebut Jalan Pegunungan 2,5 Km, Akses Petani Segera Terbuka

Kamis, 30 April 2026 - 17:51 WIB

Warga Gunung Cut Sambut Gembira Pembangunan MCK Dayah oleh Satgas TMMD

Kamis, 30 April 2026 - 17:25 WIB

Dari Gubuk ke Rumah Permanen, Kisah Haru Nurhabibah di Program TMMD

Kamis, 30 April 2026 - 16:51 WIB

Kisah Warga Gunung Cut, Jadi Kepala Tukang TMMD Sambil Bantu Tetangga

Kamis, 30 April 2026 - 16:37 WIB

Kedekatan TNI dan Rakyat Terjalin di Gunung Cut, Satgas TMMD Ikut Tahlilan

Kamis, 30 April 2026 - 16:12 WIB

Lima RTLH Direhab, Satgas TMMD Kodim Abdya Kebut Pengerjaan

Kamis, 30 April 2026 - 15:37 WIB

Tak Hanya Bangun Desa, Satgas TMMD Abdya Juga Hadir di Tengah Duka Warga

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Kebut Jalan Pegunungan 2,5 Km, Akses Petani Segera Terbuka

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:27 WIB