Diduga Tidak Dirujuk Meski Persalinan Sungsang, Pasangan Suami Istri di Maja Keluhkan Pelayanan Puskesmas

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:57 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, —25 Juni 2026 Pasangan suami istri warga Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang mereka terima saat proses persalinan di UPTD Puskesmas Maja beberapa waktu lalu.

Maslihah, ibu yang menjalani persalinan tersebut, mengaku melahirkan dalam kondisi sungsang atau posisi janin tidak berada pada posisi kepala di bawah sebagaimana persalinan normal pada umumnya. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat diwawancarai wartawan pada Rabu, 24 Juni 2026 Maslihah menceritakan bahwa dirinya datang ke Puskesmas Maja pada malam Jumat untuk menjalani pemeriksaan menjelang persalinan.

“Saya datang ke Puskesmas Maja malam Jumat. Saat diperiksa oleh bidan, saya mendengar percakapan mereka. Bidan yang memeriksa mengatakan kepada rekannya bahwa yang terasa bukan kepala, tetapi seperti jari kaki. Saya mendengar mereka seperti kaget dan berbisik-bisik dengan rekannya, tetapi tidak memberitahukan kepada saya,” ujar Maslihah.

Menurutnya, saat itu dirinya mulai merasakan firasat yang tidak biasa karena pengalaman kehamilan tersebut berbeda dengan dua persalinan sebelumnya.

“Saya merasa ada firasat yang tidak enak, tidak seperti biasanya. Karena ini adalah anak ketiga yang akan saya lahirkan,” katanya.

Maslihah menjelaskan bahwa sejak sekitar pukul 05.00 WIB dirinya mulai merasakan kontraksi yang menurutnya berbeda dari pengalaman persalinan sebelumnya. Ia kemudian melahirkan sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saya melahirkan dalam keadaan sungsang. Kaki yang keluar terlebih dahulu, sedangkan kepala belakangan. Yang paling lama keluar itu bagian kepala, kurang lebih 15 sampai 20 menit baru keluar,” tuturnya.

Maslihah mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut dan mempertanyakan alasan dirinya tidak dirujuk ke rumah sakit sejak awal setelah diketahui adanya indikasi persalinan sungsang.

“Saya sangat sedih. Kalau memang kondisinya sungsang, kenapa tidak dirujuk ke rumah sakit? Menurut saya seharusnya dilakukan tindakan di rumah sakit,” katanya.

Hal senada disampaikan suaminya, Dudin, yang mengaku menyaksikan langsung proses persalinan istrinya di Puskesmas Maja.

“Benar, istri saya melahirkan dalam keadaan sungsang dan saya melihat langsung proses persalinannya,” ujar Dudin.

Menurut Dudin, dirinya melihat proses penanganan yang dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan saat itu dan merasa tidak tega melihat kondisi yang terjadi.

“Saya sangat menyayangkan kenapa tidak dirujuk atau dilakukan penanganan di rumah sakit apabila memang peralatan atau fasilitas di puskesmas tidak memadai untuk kondisi seperti itu,” katanya.

Dudin berharap apabila terdapat pelanggaran terhadap prosedur atau ketentuan pelayanan kesehatan, hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar kejadian serupa tidak kembali dialami oleh pasien lain di kemudian hari.

“Saya berharap ada evaluasi dan pertanggungjawaban apabila memang ditemukan adanya pelanggaran, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada pasien yang lain,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Puskesmas Maja belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan. Nomor telepon yang dihubungi dalam keadaan tidak aktif, sementara pesan yang dikirim belum memperoleh balasan.HKZ

Tim Redaksi

Berita Terkait

*Terjun ke Karang Bintang, Tim Mabes TNI Edukasi Warga Dampak Kesehatan Ekonomi Karhutla*
MENJAGA INTEGRITAS DARI GERBANG SELEKSI, WASDAL SPERSAL HADIR DI KODAERAL I ‎
Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang
Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?
Hukum Cuma Papan Nama? Tambang Diduga Ilegal Bebas Keruk Landskap Ciwandan Cilegon
Monitoring MBG di SPPG Tiga Dara Majalengka, Danramil Pastikan Standar Kebersihan Terpenuhi
SMAN 2 Abung Semuli Kembali Ukir Prestasi, Sejumlah Siswa Diterima di Perguruan Tinggi Negeri
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla, 92 Persen Lahan Terdampak Berhasil Dipadamkan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:04 WIB

*Terjun ke Karang Bintang, Tim Mabes TNI Edukasi Warga Dampak Kesehatan Ekonomi Karhutla*

Rabu, 2 September 2026 - 20:18 WIB

MENJAGA INTEGRITAS DARI GERBANG SELEKSI, WASDAL SPERSAL HADIR DI KODAERAL I ‎

Rabu, 2 September 2026 - 18:17 WIB

Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang

Rabu, 2 September 2026 - 18:11 WIB

Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?

Rabu, 2 September 2026 - 18:07 WIB

Hukum Cuma Papan Nama? Tambang Diduga Ilegal Bebas Keruk Landskap Ciwandan Cilegon

Rabu, 2 September 2026 - 17:55 WIB

SMAN 2 Abung Semuli Kembali Ukir Prestasi, Sejumlah Siswa Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Rabu, 2 September 2026 - 15:25 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla, 92 Persen Lahan Terdampak Berhasil Dipadamkan

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

Mabes TNI dan Unsur Daerah Bersinergi Cegah Karhutla di Rokan Hilir

Berita Terbaru