Diduga Tidak Dirujuk Meski Persalinan Sungsang, Pasangan Suami Istri di Maja Keluhkan Pelayanan Puskesmas

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:57 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, —25 Juni 2026 Pasangan suami istri warga Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang mereka terima saat proses persalinan di UPTD Puskesmas Maja beberapa waktu lalu.

Maslihah, ibu yang menjalani persalinan tersebut, mengaku melahirkan dalam kondisi sungsang atau posisi janin tidak berada pada posisi kepala di bawah sebagaimana persalinan normal pada umumnya. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit.

Saat diwawancarai wartawan pada Rabu, 24 Juni 2026 Maslihah menceritakan bahwa dirinya datang ke Puskesmas Maja pada malam Jumat untuk menjalani pemeriksaan menjelang persalinan.

“Saya datang ke Puskesmas Maja malam Jumat. Saat diperiksa oleh bidan, saya mendengar percakapan mereka. Bidan yang memeriksa mengatakan kepada rekannya bahwa yang terasa bukan kepala, tetapi seperti jari kaki. Saya mendengar mereka seperti kaget dan berbisik-bisik dengan rekannya, tetapi tidak memberitahukan kepada saya,” ujar Maslihah.

Menurutnya, saat itu dirinya mulai merasakan firasat yang tidak biasa karena pengalaman kehamilan tersebut berbeda dengan dua persalinan sebelumnya.

“Saya merasa ada firasat yang tidak enak, tidak seperti biasanya. Karena ini adalah anak ketiga yang akan saya lahirkan,” katanya.

Maslihah menjelaskan bahwa sejak sekitar pukul 05.00 WIB dirinya mulai merasakan kontraksi yang menurutnya berbeda dari pengalaman persalinan sebelumnya. Ia kemudian melahirkan sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saya melahirkan dalam keadaan sungsang. Kaki yang keluar terlebih dahulu, sedangkan kepala belakangan. Yang paling lama keluar itu bagian kepala, kurang lebih 15 sampai 20 menit baru keluar,” tuturnya.

Maslihah mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut dan mempertanyakan alasan dirinya tidak dirujuk ke rumah sakit sejak awal setelah diketahui adanya indikasi persalinan sungsang.

“Saya sangat sedih. Kalau memang kondisinya sungsang, kenapa tidak dirujuk ke rumah sakit? Menurut saya seharusnya dilakukan tindakan di rumah sakit,” katanya.

Hal senada disampaikan suaminya, Dudin, yang mengaku menyaksikan langsung proses persalinan istrinya di Puskesmas Maja.

“Benar, istri saya melahirkan dalam keadaan sungsang dan saya melihat langsung proses persalinannya,” ujar Dudin.

Menurut Dudin, dirinya melihat proses penanganan yang dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan saat itu dan merasa tidak tega melihat kondisi yang terjadi.

“Saya sangat menyayangkan kenapa tidak dirujuk atau dilakukan penanganan di rumah sakit apabila memang peralatan atau fasilitas di puskesmas tidak memadai untuk kondisi seperti itu,” katanya.

Dudin berharap apabila terdapat pelanggaran terhadap prosedur atau ketentuan pelayanan kesehatan, hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar kejadian serupa tidak kembali dialami oleh pasien lain di kemudian hari.

“Saya berharap ada evaluasi dan pertanggungjawaban apabila memang ditemukan adanya pelanggaran, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada pasien yang lain,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Puskesmas Maja belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan. Nomor telepon yang dihubungi dalam keadaan tidak aktif, sementara pesan yang dikirim belum memperoleh balasan.HKZ

Tim Redaksi

Berita Terkait

Krisis Tata Kelola: Utang Belanja RSUD Prabumulih Bengkak Rp30 Miliar, Fleksibilitas BLUD Tabrak Aturan!
CFD Merangin 24 Juni 2026 Diramaikan Gerai Kesehatan Gratis, dr. Irwan: Deteksi Dini Tanpa Biaya
PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80
Sertu S. Boangmanalu Manfaatkan Momen Ngopi untuk Mendengar Aspirasi Warga
Demi Jalan yang Bersih dan Aman, Babinsa Bersama Warga Kompak Tebas Semak Sepanjang 1 Kilometer
Komsos Babinsa di Gunung Meriah, Dorong Pemuda Aktif Membangun Desa
Pengecoran Lantai Dua Masjid Ar-Rahman Jadi Momentum Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
HARGANAS Ke-33 Tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Banten Dorong Kolaborasi Dunia Usaha Wujudkan Keluarga Berkualitas Melalui Program TAMASYA

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:41 WIB

Gus Fahrur : Muktamar NU Yang Terpenting Bukan Lokasinya, tetapi Kualitas Penyelenggaraannya

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:41 WIB

BEM PTNU DIY Tagih Janji DPRD DIY, Soroti Krisis Demokrasi dan Kebijakan yang Tak Berpihak pada Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Diduga Lolos dari Suspend, Limbah Dapur SPPG Gembongdadi-Suradadi Cemari Anak Sungai Irigasi, Air Menghitam, Berbusa dan Berbau Menyengat

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:57 WIB

PLT Bupati Tulungagung Buka Festival Piala Presiden U-10 dan U-12, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Muda

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:54 WIB

KEJARI LAMPUNG BARAT INGATKAN TERTIB KELOLA BANTUAN DAN ASET DESA MELALUI PENERANGAN HUKUM

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:39 WIB

RSUD Bob Bazar Kalianda Resmi Layani CT Scan, Bantu Diagnosis Lebih Akurat

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:27 WIB

Dispora Tulungagung Dukung Pembinaan Pesepak Bola Muda Lewat Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:10 WIB

Warga Nglutung Tulungagung Berharap Koperasi Desa Merah Putih Segera Beroperasi, Sekdes Bantah Isu Berada di Tengah Hutan

Berita Terbaru