Diduga Selewengkan Dana PIP, Sejumlah SDN di Kecamatan Way Ratai Jadi Sorotan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 12:04 WIB

50565 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Lampung Nasional detik.com —Dugaan penyimpangan penyaluran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Praktik yang merugikan siswa tersebut diduga telah berlangsung sejak tahun 2018 hingga 2025.

Sejumlah orang tua murid mengungkapkan bahwa salah satu modus yang dilakukan oknum kepala sekolah yakni tidak menyerahkan buku rekening dan kartu tabungan PIP kepada siswa penerima. Akibatnya, para wali murid tidak mengetahui apakah dana bantuan pendidikan dari pemerintah itu telah dicairkan atau belum.

Selain itu, besaran dana yang diterima siswa juga diduga tidak sesuai ketentuan. Sejumlah orang tua mengaku hanya menerima dana dengan jumlah bervariasi—mulai dari Rp250 ribu per tahun, Rp450 ribu untuk dua tahun, hingga ada yang hanya menerima total Rp900 ribu selama masa sekolah. Lebih parah lagi, setiap pencairan dana diduga dipotong Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per siswa tanpa penjelasan yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak saya selama sekolah cuma dua kali terima dana PIP, itu pun cuma Rp250 ribu. Dipotong Rp50 ribu jadi tinggal Rp200 ribu,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Banyak wali murid juga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah memegang buku tabungan maupun kartu PIP anak mereka.

“Kami tidak pernah tahu kapan dana itu cair. Tiba-tiba pihak sekolah bilang uang sudah cair untuk anak-anak, tapi kami tidak pernah lihat buku tabungannya,” ungkap wali murid lainnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh orang tua siswa dari berbagai sekolah negeri di wilayah Way Ratai. Mereka menilai penyaluran dana bantuan dari pemerintah tidak transparan.

 “Dana bantuan itu seharusnya untuk kebutuhan sekolah anak kami, tapi ada yang cair, ada yang tidak. Kami minta pemerintah dan aparat segera turun tangan,” kata wali murid lainnya.

Sejumlah orang tua bahkan telah membuat surat pernyataan tertulis bahwa anak mereka tidak pernah menerima dana PIP selama bersekolah di SDN wilayah tersebut. Surat-surat itu kini beredar di masyarakat sebagai bentuk protes dan kekecewaan atas dugaan penyimpangan dana pendidikan.

Para orang tua menuntut agar hak siswa dikembalikan, serta meminta Dinas Pendidikan Pesawaran dan aparat penegak hukum menindak tegas oknum kepala sekolah yang diduga melakukan pemotongan atau pungutan liar terhadap dana PIP.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran maupun para kepala sekolah yang diduga terlibat belum memberikan tanggapan resmi.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Way Ratai, Nuris Andrean, S.Pd.SD, saat hendak dikonfirmasi melalui nomor ponselnya +62 821-2858-XXXX, tidak dapat dihubungi. Nomor tersebut dalam keadaan tidak aktif sehingga belum bisa dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Masyarakat berharap kasus ini segera ditangani secara serius, agar Dana Program Indonesia Pintar (PIP) benar-benar tersalurkan kepada siswa yang berhak, sesuai tujuan utama program pemerintah dalam mendukung pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.

Berita Terkait

Ketua FPKB DPRD Blora Munawar, S.H. Ajak Warga Jaga Persatuan di Hari Lahir Pancasila
Tiga PC Pemuda Panca Marga Kirim Surat ke DPP LVRI, Tolak Hasil Musda Yang Sarat Pelanggaran
Uang Dikembalikan ke Kas Daerah, Namun Publik Berhak Mengetahui Siapa yang Bertanggung Jawab
ASDP Bakauheni Terapkan Sterilisasi Pelabuhan dan Sistem Parkir Digital Mulai 1 Juni 2026
PNIB : Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon Omon
LPAKN RI PROJAMIN Menyoroti Maraknya Dugaan Pungli Oleh Oknum Preman di Pantai Karang Bebai Pekon Tengor Kecamatan Cukuh Balak Tanggamus
Misteri Dana BOS Merangin: Pelantikan Kepsek Baru atau Relaksasi P3K Jadi Sebab?
Lapas kelas IIB Muara Bulian, Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:49 WIB

Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan, BRI Cabang Medan Sisingamangaraja Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:29 WIB

Dari Dragon Bertransformasi Jadi Phantom, Polrestabes Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok THM

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:49 WIB

Kabupaten Karo Kembali Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-Turut Dari BPK RI : Bupati Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Yang Transparan dan Akuntabel

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:11 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok THM Giliran Gadis Muda Cantik dan Pemasok Tak Berkutik

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:08 WIB

Pemuda Pancasila Deli Serdang Sembelih 9 Hewan Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:01 WIB

AMPI DPD Deli Serdang Berbagi Hewan Qurban Sebanyak 4 Ekor Kepada Masyarakat Dan Abang Becak Yang Ada Di Lubuk Pakam Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1447H

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:50 WIB

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:21 WIB

Kolaborasi Branch Office BRI Medan Gatot Subroto Bersama FC Barcelona Dalam Event Car Free Day Kota Medan 2026

Berita Terbaru