LABURA (Nasionaldetik.com)
Ratusan warga Kampung Toba melakukan aksi protes dengan menggeruduk Mapolsek Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin (12/1/2026). Warga mengecam dugaan aksi salah tangkap dan penganiayaan brutal yang dilakukan oknum petugas terhadap seorang pemuda berinisial H (25).
Aksi massa ini dipicu oleh penangkapan H pada Sabtu (10/1) di kediaman seorang pria berinisial K. H yang bekerja sebagai tenaga pembersih di rumah tersebut dituduh mencuri emas. Namun, warga menyebut penangkapan tersebut tidak sesuai prosedur dan diduga dilakukan oknum polisi berinisial S atas perintah K, yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba.
”Ponakan saya dituduh mencuri emas, tapi karena dia tidak mengaku, si K memanggil oknum polisi berinisial S. Korban ditangkap, digari (borgol), dan dipukuli dengan mata tertutup di samping kantor Polsek,” ungkap salah satu anggota keluarga korban.
Keluarga korban juga membeberkan pernyataan mengejutkan dari K. “Belakangan K mengaku kalau emas itu tidak hilang. Dia juga sesumbar sudah memberikan setoran kepada oknum polisi sehingga merasa aman. Saat saya tanya berapa dia bayar, dia bilang itu urusan internal dia dengan polisi,” tambahnya.
Kondisi kesehatan H saat ini dilaporkan sangat memprihatinkan. Ibu korban menceritakan bahwa setelah ditahan selama kurang lebih 12 jam, polisi meminta pihak keluarga menjemput H pada pukul 24.00 WIB dengan dalih tidak terbukti bersalah. Namun, setibanya di rumah, kondisi fisik H menurun drastis hingga tidak mampu berjalan.
”Besoknya anak saya tidak bisa bergerak, tubuhnya sakit semua. Kami bawa ke Klinik Flora tapi ditolak karena tidak ada rawat inap dan tidak bisa mengeluarkan visum. Akhirnya kami bawa ke RSUD Aek Kanopan,” tutur sang Ibu dengan nada sedih.
Dari ranjang rumah sakit, korban H memberikan kesaksian mengenai penyiksaan yang dialaminya. Ia mengaku dijemput oleh sekitar enam orang dan dibawa ke Mapolsek dengan mata tertutup. “Saya dipukuli di bagian perut dan punggung sampai buang air besar di celana. Kaki saya diancam ditembak, lalu mereka meletuskan senjata di samping telinga saya,” ujar H merintih kesakitan.
Menanggapi tuntutan warga, Wakapolsek Kualuh Hulu, D.P. Samosir, menyatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya pemulihan korban. “Kami belum tahu persis kronologinya. Tindakan saya selaku Wakapolsek adalah mengupayakan perobatan korban terlebih dahulu. Mengenai administrasi di Reskrim, nanti akan kita lihat kembali. Ini bukan bentuk pembenaran, tapi prioritas kami sekarang adalah pengobatan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sempat memancing emosi warga yang hadir. Warga menuntut agar Polri menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat, bukan justru menjadi sumber petaka. Mereka mendesak agar seluruh bandar narkoba di wilayah tersebut, termasuk K, segera ditangkap dan oknum polisi yang terlibat penganiayaan diadili seadil-adilnya.
#PrabowoSubianto #Kapolri #Kapoldasu #PolresLabuhanbatu #KeadilanUntuk
(Tim)







































