Dairi, Nasionaldetik.com
– Kehadiran Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi, Serda HK Sipayung, dalam pengamanan ibadah Minggu di Gereja Siloam Indonesia (GSI), Desa Polling Anak-anak, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Minggu (31/5/2026), tidak hanya memberikan rasa aman bagi jemaat, tetapi juga memperlihatkan sisi humanis TNI yang dekat dengan masyarakat. Kegiatan pengamanan tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 WIB saat jemaat mulai memadati gereja untuk mengikuti ibadah.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Serda HK Sipayung tidak hanya berjaga di pintu masuk gereja untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Ia juga melakukan koordinasi dengan pengurus gereja guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian ibadah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu kenyamanan jemaat saat beribadah.
Suasana hangat terlihat ketika Babinsa menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah jemaat sebelum maupun setelah ibadah berlangsung. Melalui komunikasi yang santai dan penuh keakraban, Serda HK Sipayung membangun kedekatan dengan warga sekaligus mendengarkan berbagai masukan dan informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan TNI di wilayah binaan.
Ibadah Minggu di Gereja Siloam Indonesia (GSI) kali ini dipimpin oleh Pdt. M. Sihombing dengan mengangkat tema “Damai Sejahtera.” Tema tersebut mengajak jemaat untuk terus menumbuhkan sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat. Sekitar 100 jemaat mengikuti ibadah dengan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Danramil 03/Parongil, Kapten Inf Hernandez, mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Menurutnya, pengamanan rumah ibadah bukan hanya bertujuan menciptakan rasa aman, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. “Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Dengan komunikasi yang baik, hubungan emosional antara TNI dan warga akan semakin kuat sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena







































