PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Serda Partogian Gultom, melaksanakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) melalui metode komunikasi sosial (Komsos) dengan menyambangi petani gambir di Desa Perolihen, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memantau kondisi sosial ekonomi warga binaan.
Dalam kunjungannya, Serda Partogian Gultom mendatangi gubuk sederhana milik Iswandi Berutu (36), seorang petani gambir yang bersama keluarganya sedang mengolah daun gambir secara tradisional. Di lokasi tersebut, Babinsa berbincang santai dengan petani dan keluarganya sambil melihat secara langsung proses pengolahan gambir yang masih mengandalkan cara-cara tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dari hasil komunikasi yang dilakukan, Babinsa memperoleh informasi mengenai perkembangan harga gambir di tingkat petani. Saat ini, harga gambir berkisar antara Rp18.000 hingga Rp30.000 per kilogram, tergantung pada kualitas hasil produksi. Meski harga cukup bervariasi, para petani tetap berupaya menjaga kualitas produk agar memiliki nilai jual yang lebih baik dan mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
Kedatangan Babinsa mendapat sambutan hangat dari Iswandi Berutu dan istrinya. Mereka merasa senang karena dapat berbagi informasi mengenai kondisi pertanian gambir yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di wilayah tersebut. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai perbincangan yang berlangsung di gubuk pengolahan gambir di tengah areal perkebunan.
Secara terpisah, Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf A. Siregar mengatakan bahwa kegiatan Komsos merupakan salah satu sarana penting bagi Babinsa untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga menjadi wadah untuk menyerap informasi serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung dalam pembangunan wilayah.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena







































