BENTENG HUKUM BUNGO JEBOL! Mafia PETI “Fitra Cs” Tantang Kapolres di Pinggir Jalan, Oknum Aparat Diduga Jadi Tameng

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:59 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, — 18 Juni 2026 Komitmen aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Bungo kini berada di titik nadir. Praktek kejahatan lingkungan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng secara terang-terangan menantang wibawa hukum tepat di depan mata publik.

Beroperasi di Jalan Lingkar Sungai Buluh, aktivitas ilegal ini dengan mulus melenggang tanpa tersentuh hukum, seolah wilayah tersebut berada di bawah kendali mafia, bukan negaranya

Bukan sekadar penambangan liar, ini adalah bentuk sabotase terhadap fasilitas negara dan keselamatan publik. Mesin dompeng dioperasikan secara brutal di pinggir jalan aspal, tepat di sebelah Pondok Pesantren. Jarak lubang galian dengan tiang listrik tegangan tinggi hanya berkisar 1 hingga 2 meter.

Ini adalah bom waktu; abrasi tanah akibat sedotan air dompeng tinggal menunggu hari untuk merobohkan tiang listrik, memutus arus, dan mengancam nyawa para santri serta pengguna jalan.

Jaringan Mafia Tanah, Modal, dan Oknum Seragam
Praktek ini berjalan mulus karena diduga digerakkan oleh sindikat yang terstruktur rapi:

Inisial H (Aktor Intelektual): Diduga kuat sebagai otak di balik pembukaan lahan (eksekutor lapangan).

F alias FITRA (Bandar/Pemilik Alat): Pemain lama yang licin. Setelah sempat mengobrak-abrik kawasan Simpang Bukit, kini ia memindahkan mesin-mesin perusaknya ke Sungai Buluh.

Oknum “Kacang Hijau” Berinisial P: Ini yang membuat mereka “sakti”. Keberadaan oknum aparat ini diduga kuat menjadi tameng pelindung, membuat Fitra cs merasa memiliki imunitas hukum total.

Lokasi Terbuka di Samping Institusi Pendidikan Kejahatan ini tidak sembunyi di dalam hutan pedalaman, melainkan di Jalan Lingkar Sungai Buluh, wilayah yang mudah diakses dan berada tepat di samping institusi pendidikan keagamaan (Pondok Pesantren). Lokasi yang sangat mencolok ini menjadi bukti sahih betapa gilanya tingkat kepercayaan diri para pelaku.

Operasi Senyap Malam Hari
Untuk meminimalisir resistensi massa dan menghindari kamera jurnalis, mesin-mesin dompeng ini mulai menderu keras pada malam hari. Kegelapan malam dimanfaatkan sebagai tirai untuk merampok kekayaan alam sekaligus merusak infrastruktur publik.

Hukum Mandul Akibat “Upeti” dan Tebang Pilih?

Mengapa aktivitas ilegal di tepi jalan aspal ini dibiarkan bebas bernapas? Jawabannya sederhana namun menyakitkan: **Diduga kuat ada aliran “upeti” yang menyumbat penegakan hukum.**

Publik kini secara terbuka mempertanyakan kredibilitas Polres Bungo: Apakah hukum di Bungo ini menggunakan kacamata kuda yang hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke samping? Mengapa ada pembiaran yang begitu vulgar jika bukan karena adanya kekuatan bekingan oknum P yang membuat Polres Bungo mendadak “pudar taringnya”?

Tantangan Terbuka untuk Kapolres Bungo

Masyarakat tidak butuh retorika, seremonial, atau rilis pers normatif. Publik menuntut tindakan nyata! Bagaimana mungkin institusi kepolisian kalah oleh kekuatan seorang bandar bernama Fitra dan oknum berinisial P?

Kapolres Bungo ditantang untuk membuktikan bahwa hukum tidak bisa dibeli dengan rupiah hasil dompeng. Tangkap inisial H, sita alat milik Fitra, dan seret oknum P ke jalur disiplin! Jika lokasi ini tetap dibiarkan beroperasi besok malam, maka sah bagi publik untuk menilai bahwa penegakan hukum di Bungo telah digadaikan kepada mafia tambang

Membiarkan PETI beroperasi 1 meter dari tiang listrik di samping pesantren adalah bentuk kelalaian hukum yang kriminal. Polres Bungo tidak boleh bersembunyi di balik kata “lidik” sementara tanah terus dikeruk. Bersihkan institusi dari oknum-oknum “kacang hijau” pengkhianat seragam, atau biarkan masyarakat percaya bahwa hukum di Bungo memang sudah mati!

Kami akan terus memantau pergerakan dompeng Fitra Cs hingga hukum benar-benar ditegakkan.

Tim Investigasi Redaksi

Berita Terkait

Momen Penuh Haru, Penyerahan Kembali 74 Siswa Kelas 9 SMPN 1 Sumbermanjing Wetan
Kesenian Bantengan Menghiasi Haflah YPI Praja Putra Sentul 2026
Diduga Langgar SOP, Pemberian SP2 kepada Relawan SPPG yang Sakit Seret Nama PIC Yayasan Pendidikan Akasyah
PNIB : Momentum Tahun Baru Islam dan 1 Suro, Refleksikan Moderasi Toleransi Beragama Budaya, Jatidiri Bangsa Indonesia
Kantor Pertanahan Pesawaran Siap Proses Sertipikat Tanah Adat Pitu Ngetiyuh Pasca-Aksi Damai
Hadir Memberikan Upaya Terbaik Demi Papua Sehat
BEM PTNU Bali: Persatuan Nasional Adalah Kunci Membongkar Dominasi Ekonomi yang Mencekik Rakyat
Presiden RI dan Kepala Staf Angkatan Darat Hadir untuk Rakyat, Melalui Satgas Yonif 123/Rajawali. Pos Mur Bangun Sumur Bor di Kampung Wagin

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:38 WIB

Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba di Lampung, Sita Barang Bukti Senilai Rp235 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:18 WIB

Antusiasme Tinggi Warnai SPMB SMP Kabupaten Kediri, Dinas Pendidikan Minta Orang Tua Cermat Pilih Sekolah

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:24 WIB

LPM Control Social Gelar Aksi, Tuntut Kajari Gowa Mundur Terkait Dugaan Kriminalisasi Ilyas Sitaba

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:26 WIB

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:56 WIB

Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala Matangkan Persiapan Aksi Damai ke BPN Pesawaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:44 WIB

Perkuat Kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Pos Ronda di Pasuruan

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:04 WIB

BEM PTNU JAWA TIMUR SERUKAN RESPONS PEMERINTAH YANG LEBIH CEPAT DAN BERPIHAK PADA RAKYAT

Berita Terbaru