Nasionaldetik.com,— 17 Juni 2026
Di tengah bayang-bayang krisis ekonomi yang semakin menekan sendi-sendi kehidupan masyarakat bawah, BEM PTNU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) Bali menyatakan sikap tegas. Menanggapi situasi nasional yang kian tidak menentu, BEM PTNU Bali menegaskan bahwa persatuan gerakan mahasiswa di seluruh nusantara adalah prasyarat mutlak untuk melawan dominasi ekonomi yang selama ini meminggirkan rakyat kecil.
Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil Konsolidasi Persatuan Nasional BEM PTNU Se-Nusantara yang baru saja digelar. Gerakan ini bukan sekadar retorika, melainkan respons atas rapuhnya kedaulatan ekonomi nasional yang diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada keberlangsungan ekonomi akar rumput.
Ade Reza B. Putra, Koordinator Daerah BEM PTNU Bali, menekankan bahwa posisi mahasiswa saat ini tidak bisa lagi terjebak dalam ruang lingkup apatisme di tengah situasi krisis yang nyata.
“BEM PTNU Bali tidak akan tinggal diam di tengah krisis yang membebani rakyat. Bagi kami, situasi saat ini menuntut sikap yang melampaui retorika. Persatuan nasional bukan sekadar wacana, melainkan instrumen strategis untuk melawan kebijakan yang tidak adil. Kami berkomitmen mengonsolidasikan gerakan untuk membongkar dominasi ekonomi yang mencekik rakyat dan mendorong solusi konkret yang berpihak pada kedaulatan ekonomi nasional,” tegas Ade Reza B. Putra, Koordinator Daerah BEM PTNU Bali.
Fokus Gerakan: Melawan Ketimpangan, Memperjuangkan Kedaulatan
BEM PTNU Bali memandang bahwa dominasi ekonomi yang terpusat pada segelintir kelompok telah menciptakan ketimpangan yang lebar. Sebagai bagian dari gerakan nasional, BEM PTNU Bali berkomitmen untuk:
1. Mengkonsolidasikan Kekuatan: Menyatukan narasi dan pergerakan mahasiswa di Bali dan nasional agar memiliki daya tekan (bargaining power) yang kuat terhadap kebijakan publik.
2. Advokasi Ekonomi Rakyat: Menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan ekonomi daerah dan nasional agar kembali pada prinsip keadilan sosial, bukan sekadar pertumbuhan angka di atas kertas.
3. Solusi Berbasis Realitas: Mengedepankan kajian-kajian kritis yang berbasis pada realitas lapangan, untuk nantinya didorong sebagai solusi atas kebuntuan ekonomi saat ini.
BEM PTNU Bali menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa untuk memastikan negara tetap hadir melindungi ekonomi rakyat, bukan malah menjadi instrumen bagi dominasi pihak-pihak yang memperlemah kedaulatan bangsa.
Tim Redaksi























