BEM PTNU JAWA TIMUR SERUKAN RESPONS PEMERINTAH YANG LEBIH CEPAT DAN BERPIHAK PADA RAKYAT

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:04 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 16 Juni 2026,Nasionaldetik.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Timur menyerukan pentingnya kehadiran negara yang lebih sigap, responsif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Tuntutan Respons Pemerintah yang Lebih Cepat dan Berpihak pada Rakyat”.

BEM PTNU Jawa Timur memandang bahwa stabilitas nasional bukan sekadar persoalan keamanan dan ketertiban, melainkan juga berkaitan erat dengan kemampuan negara dalam menjawab kegelisahan masyarakat melalui kebijakan yang tepat sasaran, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga, ketidakpastian lapangan pekerjaan, fluktuasi harga kebutuhan pokok, hingga masih lebarnya kesenjangan akses terhadap sumber daya ekonomi. Di tengah situasi tersebut, negara dituntut untuk hadir bukan hanya sebagai regulator, melainkan sebagai pelindung dan pengayom bagi seluruh warga negara.

Ketua BEM PTNU Jawa Timur SEFTY HASAN KHUSAINI menyampaikan bahwa pemerintah perlu memahami bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup ditunjukkan melalui angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi semata. Kemajuan bangsa harus tercermin dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat serta terjaminnya rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*”Rakyat tidak membutuhkan sekadar narasi optimisme yang terus diulang dalam ruang-ruang formal. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata. Ketika masyarakat masih dipusingkan oleh persoalan mendasar, maka pemerintah harus lebih banyak mendengar daripada sekadar menjelaskan,”* ujarnya.

BEM PTNU Jawa Timur menilai bahwa kritik terhadap pemerintah dalam negara demokrasi merupakan bentuk partisipasi warga negara yang harus dipandang sebagai energi perbaikan, bukan ancaman terhadap stabilitas nasional. Justru, pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang bersedia membuka ruang evaluasi dan mampu merespons aspirasi publik secara cepat dan proporsional.

Melalui narasi tersebut, BEM PTNU Jawa Timur menyampaikan beberapa tuntutan sebagai bentuk tanggung jawab moral kaum intelektual muda terhadap masa depan bangsa:

1. *Mendorong pemerintah untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan ekonomi masyarakat*, khususnya terkait stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan daya beli, dan penciptaan lapangan kerja yang layak bagi generasi muda.

2. *Memastikan implementasi Pasal 33 UUD 1945 berjalan secara konsisten*, dengan menempatkan pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan ekonomi nasional sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

3. *Memperkuat sektor ekonomi kerakyatan*, termasuk UMKM, ekonomi pesantren, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional.

4. *Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan strategis negara dalam pengelolahan anggaran*, agar kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan tetap terjaga.

5. *Membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil* sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat.

BEM PTNU Jawa Timur menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak cukup diwujudkan melalui slogan-slogan populis. Keberpihakan harus tampak dalam keberanian mengambil keputusan yang melindungi kelompok rentan, mempersempit kesenjangan sosial, dan menghadirkan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata.

*”Negara tidak boleh hadir hanya ketika membutuhkan legitimasi, tetapi absen ketika rakyat membutuhkan solusi. Pemerintah harus membuktikan bahwa kekuasaan adalah instrumen pelayanan, bukan sekadar ruang untuk mempertahankan citra,”* tegas perwakilan BEM PTNU Jawa Timur.

Di sisi lain, BEM PTNU Jawa Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan nasional, serta mengedepankan budaya dialog dalam menyampaikan aspirasi. Kritik yang konstruktif dan partisipasi yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Sebagai bagian dari generasi muda Nahdlatul Ulama, BEM PTNU Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian akademik, advokasi kebijakan, dan penguatan literasi publik demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, adil, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami tidak sedang mempertentangkan rakyat dengan pemerintah. Kami justru mengingatkan bahwa legitimasi pemerintah bersumber dari kepercayaan rakyat. Ketika suara rakyat direspons dengan cepat dan kebijakan berpihak pada kepentingan bersama, di situlah persatuan nasional menemukan maknanya yang paling nyata. Negara harus hadir, bekerja, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.”

*BEM PTNU Jawa Timur*

*Kritis dalam Pengawasan, Santun dalam Penyampaian, Teguh Mengawal Kepentingan Rakyat.*

(Red)

Berita Terkait

Mobil Truk angkutan Sampah Dinas lingkungan Hidup Terbengkalai 
Dari Kabupaten Tegal, Hj. Ninik Budiarti Sampaikan Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Motor Sewaan Tak Kunjung Kembali, Pemilik Warkop di Ngantru Berujung Jadi Tersangka
Klien Jadi Tantangan Terberat, Banyak Baru Pilih Kuasa Hukum Saat Terjebak
PNIB : Terima Kasih Kepada Kapolri Baru, Pelaku Intoleransi Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Jadi Tersangka, Saatnya Indonesia Tanpa Intoleransi Terorisme Khilafah
MD KAHMI KABUPATEN TEGAL GERAKAN BERBAGI AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT
Berbagi di Jumat Berkah Kejari Inhil Melangkah Lebih dari Sekedar Penegak Hukum
Wabup Najib Hamas Sebut Program PLN Peduli Bukti Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias Bangun RTLH Warga Kampung Pepelah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:19 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Resmi Dibuka, Satgas Bersama Warga Mulai Pengerjaan Jalan dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pepelah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:51 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Buka Jalan Sepanjang 3.500 Meter dan Bangun RTLH di Desa Pepelah dengan Semangat Gotong Royong

Kamis, 10 September 2026 - 00:30 WIB

Kapolres Gayo Lues Cek Langsung Kesiapsiagaan Polsek Blangkejeren dan Pospol Blangpegayon, Personel Diingatkan Jaga Disiplin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:46 WIB

DPC ASWIN Gayo Lues Gelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi di Kampung Jawa

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:52 WIB

Ketua Komisi V DPRA Fraksi PKB ,Rijaluddin, S.H.,M.H Pimpin Sosialisasi Program JKN-JKA di Gayo Lues, Masyarakat Didorong Validasi Data BPJS

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:39 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terbaru