KUTACANE – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara kembali menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat, 3 April 2026.
Pendistribusian bantuan kali ini menyasar para korban di tiga titik utama, yakni Kecamatan Ketambe, Lawe Alas, dan Tanoh Alas.
Penyaluran bantuan ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H. M Salim Fakhry, Dandim 0108/Agara, Sekretaris Daerah, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para donatur, serta perwakilan elemen mahasiswa.
Kapolres Aceh Tenggara menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi dengan warga yang tertimpa musibah, terlebih saat ini masih dalam suasana bulan Syawal.
”Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya. Kami berharap bantuan tali asih ini dapat meringankan beban dan bermanfaat bagi warga yang terdampak,” ujar Kapolres dalam sambutannya di sela-sela penyerahan bantuan.
Dalam aksi kemanusiaan ini, sebanyak 444 paket sembako disalurkan secara kolektif dengan rincian sebagai berikut:
• Kecamatan Ketambe: 412 paket sembako.
• Kecamatan Lawe Alas dan Tanoh Alas: 32 paket sembako.
Sumber bantuan ini merupakan hasil kolaborasi kolektif dari berbagai pihak, mulai dari Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Polres Aceh Tenggara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, hingga para donatur lokal yang bergerak secara swadaya.
Bupati Aceh Tenggara, Fakhry, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dan unsur masyarakat. Menurutnya, penanganan dampak bencana memerlukan kerja sama yang solid dari berbagai lini agar pemulihan ekonomi warga segera tercapai.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Polres Aceh Tenggara yang telah berpartisipasi aktif demi kepentingan masyarakat,” kata Fakhry.
Semoga langkah kolaboratif ini menjadi pemicu percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tenggara. Di tengah suasana Syawal, kepedulian ini diharapkan mampu memulihkan semangat warga untuk bangkit kembali, sembari tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih menghantui wilayah pegunungan.
(SYAFRI S)







































