Medan – Nasionaldetik.com
Di tengah laju pembangunan dan modernisasi kota, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembangunan Kota Medan tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata. Sebab, pembangunan yang sejati menyentuh manusia secara utuh, mencakup kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Membangun dunia tanpa membangun akhirat akan menjadi hal yang sia-sia. Karena itu, keduanya harus berjalan seiring dan sejalan,” kata Rico Waas saat menerima pengurus Ikatan Silaturahmi Hafiz dan Hafizah Kota Medan (ISLAH) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (13/1/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan ISLAH Kota Medan yang baru, kedatangan para pengurus juga untuk menyampaikan undangan pelantikan Kepengurusan ISLAH yang dijadwalkan berlangsung di Aula Dispora Sumut pada 21 Januari 2026.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Rico Waas menekankan pentingnya menghadirkan wajah pembangunan yang berimbang antara kemajuan material dan kekuatan spiritual. Ia mendorong terwujudnya Kota Medan yang masyarakatnya, terutama generasi muda, memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.
“Pembangunan di seluruh aspek, termasuk keagamaan, tidak boleh dilupakan. Saya ingin Medan menjadi kota yang anak-anak dan pemudanya mencintai Al-Qur’an. Pembentukan itu harus dimulai dari kalangan pemuda, melalui keteladanan, pendekatan yang dekat, serta promosi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Didampingi Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Adlan, serta Plt Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Agus Maryono, Rico Waas juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang semakin individualistik akibat ketergantungan pada gawai dan teknologi digital.
Kondisi tersebut, kata Rico Waas, menuntut pendekatan dakwah yang lebih adaptif dan kontekstual agar nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya, ia mendorong pemanfaatan media sosial dan teknologi digital sebagai sarana dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menjembatani kedekatan antara nilai keagamaan dan generasi muda.
Sementara itu, Ketua ISLAH Kota Medan Mudhofir Hawai Azizi menyampaikan bahwa ISLAH merupakan wadah silaturahmi para hafiz dan hafizah Al-Qur’an yang memiliki visi besar menjadikan Medan sebagai Kota Qur’an.
“Kami berharap adanya kerja sama yang erat antara ISLAH dan Pemko Medan. Sinergi ini penting agar kita dapat bersama-sama menyiapkan dan membina generasi Qur’ani di Kota Medan,” ungkap Mudhofir.
(Ardiansyah Ginting .
Nur Kennan Tarigan)







































