AMS Bekasi Menggugat: Soroti Alih Fungsi Lahan Produktif Jadi Perumahan, Minta Pejabat Pusat dan Daerah Evaluasi Izin!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 21:40 WIB

50150 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kabupaten Bekasi merayakan hari jadinya yang ke-59 tahun dengan menggelar acara syukuran dan pemotongan tumpeng. Namun, momentum perayaan tersebut dimanfaatkan sebagai panggung untuk menyuarakan kritik keras terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif di wilayah Bekasi.

Acara Milangkala (hari jadi) yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini diselenggarakan oleh Pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kabupaten Bekasi pada Minggu, 8 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Momentum Konsolidasi dan Silaturahmi*

Perayaan hari jadi ke-59 AMS ini mengambil tempat di kediaman Ketua Distrik AMS 024 Kabupaten Bekasi, sekaligus Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Abah H. Minda Suryana, di Kampung Pule, Desa Karang Setia, Kabupaten Bekasi.

Acara dihadiri oleh segenap jajaran pengurus Distrik dan Rayon-rayon se-Kabupaten Bekasi. Turut hadir pula jajaran penting organisasi seperti Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan perwakilan dari Pengurus Pusat AMS. Kehadiran para tokoh ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi di tingkat Kabupaten Bekasi.

*Ketua AMS Bekasi Soroti ‘Setan-Setan Pengembangan Perumahan’*

Dalam pidatonya di sela-sela syukuran, Ketua Distrik 024 Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kabupaten Bekasi, Abah H. Minda Suryana, yang mengaku telah menjabat sejak tahun 2007, menyuarakan keprihatinan mendalam.

Pria paruh baya berusia 79 tahun yang mengaku telah berjuang di Bekasi sejak era Bupati Abdul Fattah di tahun 1976 ini secara spesifik menyoroti maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan di wilayah seperti Kecamatan Sukatani, Karang Bahagia, dan Kedungwaringin.

“Lahan-lahan produktif yang menghasilkan panen dua hingga tiga kali setahun kini habis diserobot untuk perumahan,” tegasnya.

Ia menyebut, habisnya lahan persawahan dan pertanian inilah yang menjadi penyebab utama wilayah Bekasi selalu dilanda banjir. Bahkan, ia menyebut pengembang-pengembang yang melakukan alih fungsi lahan produktif ini sebagai “setan-setan rumah” yang tidak memiliki “perikemanusiaan”.

Dalam kesempatan itu, Abah Minda juga mengingatkan anggotanya untuk menjaga integritas organisasi. “Jangan sekali-kali memeras masyarakat, apalagi pejabat yang memang bersih,” pesannya.

*Tuntutan Audit Izin dan Seruan untuk Menteri*

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Distrik AMS Bekasi ini lantas menyampaikan seruan terbuka kepada para pejabat tinggi negara dan daerah untuk segera melakukan tindakan korektif.

• Panggilan kepada Pejabat Daerah: Ia secara khusus meminta kepada Bupati Bekasi dan Gubernur Jawa Barat untuk meninjau kembali perizinan alih fungsi lahan yang ada di Bekasi.

• Panggilan kepada Menteri: Seruan serupa juga ia tujukan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

“Mohon ditinjau kembali di daerah Bekasi,” pintanya. “Jangan cuma bicara di TV, di TV, di TV. Saya minta ditinjau kembali. Ditinjau ulang izin yang sudah dijadikan dan ditempuh pejabat-pejabat terdahulu,” tandasnya.

*Komitmen Hingga Akhir Hayat*

Menutup pernyataannya, tokoh senior AMS ini menegaskan komitmen pribadinya untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat.

“Sisa umur saya ini akan saya wakafkan untuk masyarakat, terutama masyarakat Bekasi, rakyat Indonesia,” pungkasnya, sembari meminta agar semua pernyataannya dicatat oleh awak media.

Pewarta Suganda & Tim Redaksi

Berita Terkait

Ironi di Balik Gerbang Pemda Bekasi: Mahasiswa Adu Jotos dengan Petugas, Plt Bupati Lagi Asyik Makan Siang Bersama di Dalam Ruangan
KPK Didesak Segera Tetapkan Status Tersangka Terhadap Kepala Dinas Terkait Skandal “Ijon Proyek” di Kabupaten Bekasi
Dua Pelaku Mutilasi Pria dalam Freezer Kios Ayam di Bekasi Ditangkap, Polisi Buru Potongan Tubuh Korban
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku
Kata Bang Ata Lebaran Tahun Ini Ora Adil, Ia Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Ijonan
IWO Indonesia Soroti Temuan LHP BPK 2024, Ada Selisih Puluhan Miliar di Perumda Tirta Bhagasasi dan Piutang Pajak Tak Berdokumen
SKANDAL “TIKUS” PROYEK BEKASI: ANGGARAN RP512 MILIAR JADI BANCAKAN, 23 PAKET PEKERJAAN DISUNAT!
KORUPSI BERJEMAAH DI WILAYA CIBERUSAH BEKASI BELUM DI TANGKAP POLISI ADA APA DENGAN APH…..???

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:11 WIB

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT

Sabtu, 11 April 2026 - 06:19 WIB

KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH

Jumat, 10 April 2026 - 08:48 WIB

HALAL BI HALAL: MEMBANGUN KEKUATAN DALAM KEBERSAMAAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR.

Minggu, 5 April 2026 - 10:52 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: KETIKA PAJAK DIBAYAR TUNTAS, NAMUN JALAN DIBIARKAN MATI

Sabtu, 4 April 2026 - 07:42 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: LUKA YANG TAK PERNAH SEMBUH DI TENGAH KELUHAN WARGA

Jumat, 3 April 2026 - 00:24 WIB

TRAGEDI LAKA LAUT DI PANTAI BENGKUNG: KETIKA PERINGATAN DIABAIKAN, NYAWA MENJADI KORBAN

Rabu, 1 April 2026 - 21:31 WIB

Acara Kenaikan Pangkat dan Halal bi Halal

Senin, 30 Maret 2026 - 10:05 WIB

LARUNG KEPA SAPI MERIAHKAN HARI RAYA KETUPAT DI PANTAI BAJUL MATI. DIMALANG JAWA TIMUR.

Berita Terbaru