Juhar, Karo Nasionaldetik.com
Akses vital yang menghubungkan Desa Laukidupen dan Desa Laulingga di Kabupaten Karo kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak bencana longsor menerjang pada tanggal 15 April 2026 lalu, jalur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tersebut seolah terlupakan dan hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah setempat.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa material longsor berupa tanah dan bebatuan masih menutup rapat badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas, yang secara otomatis memutus rantai distribusi logistik dan hasil pertanian warga. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas, pilihannya hanya berjalan kaki atau nekat melintasi medan berlumpur dengan sepeda motor, meski harus mempertaruhkan keselamatan jiwa karena kondisi tanah yang masih labil.
Warga setempat mengungkapkan rasa kekecewaan mereka karena sudah memasuki minggu kedua, namun belum ada tanda-tanda kehadiran alat berat di lokasi kejadian. Upaya warga untuk membersihkan material secara manual menemui jalan buntu mengingat besarnya volume longsoran yang menimbun jalan. Masyarakat menilai, hanya intervensi pemerintah melalui pengerahan alat berat (Excavator/Beko) yang mampu membuka kembali akses yang terputus tersebut.
“Kami sudah tidak sanggup lagi jika harus mengandalkan gotong royong manual. Materialnya terlalu banyak dan berat. Kami sangat memohon uluran tangan dan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera mengirimkan bantuan alat berat agar mobilitas kami kembali normal,” ungkap salah seorang warga yang mengeluhkan terhambatnya pengangkutan hasil bumi menuju pasar.
Dampak dari terabaikannya perbaikan jalan ini mulai merembet ke sektor lain. Selain kerugian ekonomi akibat rusaknya hasil tani yang tidak bisa dipasarkan, akses kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak desa juga terganggu. Warga khawatir jika curah hujan kembali tinggi, kondisi jalan akan semakin parah dan memperlama isolasi antar desa.
Kini, harapan besar tertuju pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo serta instansi terkait lainnya. Masyarakat mendesak agar pemerintah segera terjun ke lapangan dan tidak menutup mata, mengingat jalan Laukidupen-Laulingga merupakan jalur utama bagi ribuan jiwa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan menopang ekonomi keluarga.
Nur Kennan Tarigan







































