Dilema Swasembada Pangan di Balik Dentuman Peluru,Warga Desak Modernisasi Safety Lapangan Tembak

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 18:33 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​Nasionaldetik.com, – 26 April 2026 Upaya masyarakat dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menemui hambatan teknis di lapangan. Para petani di sekitar area latihan menembak mengeluhkan terhentinya produktivitas mereka akibat faktor keamanan yang belum terstandardisasi secara modern.

​Kondisi ini terpotret jelas melalui pantulan satelit pada koordinat 05°02’23.65″ S 119°40’33.60″ E, di mana area latihan militer bersinggungan langsung dengan pemukiman padat dan hamparan persawahan aktif milik warga lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Keberadaan pepohonan di sisi kiri lapangan tembak saat ini dinilai belum cukup memberikan rasa aman maksimal bagi warga yang beraktivitas di radius dekat zona sasaran.

​Setiap kali jadwal latihan menembak tiba, aktivitas pertanian di belakang dan samping lokasi terpaksa dihentikan total demi menghindari risiko kecelakaan atau peluru nyasar yang mengancam nyawa.

​Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam, mengingat sektor pertanian merupakan urat nadi ekonomi warga sekaligus pilar utama ketahanan pangan nasional yang sedang digenjot oleh pemerintah pusat.

​Sejalan dengan semangat profesionalisme TNI, masyarakat melalui draf laporan ini memohon perhatian khusus dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) di Mabes TNI untuk meninjau kembali kelayakan fasilitas tersebut.

​Masyarakat menegaskan bahwa mereka sangat mendukung kegiatan latihan prajurit, namun berharap ada solusi teknis agar kepentingan pertahanan dan kepentingan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan.

​Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah pengadaan pelindung atau dinding pengaman berbahan plat baja (safety wall) di sekeliling area lapangan tembak agar proyektil tetap terlokalisasi.

​Dengan adanya pengaman baja yang mumpuni, risiko proyektil meluncur ke arah persawahan atau perumahan warga dapat diminimalisir secara signifikan hingga titik nol.

​Langkah modernisasi infrastruktur ini dianggap mendesak agar para petani tidak lagi dihantui rasa takut atau kehilangan jam kerja saat aparat negara sedang mengasah kemampuan tempurnya.

​Secara jurnalistik, persoalan ini menyangkut hak warga negara atas rasa aman serta hak untuk mengelola lahan produktif guna mendukung kedaulatan pangan tanpa hambatan operasional.

​Pihak redaksi juga mendorong adanya dialog terbuka antara pimpinan wilayah militer setempat dengan tokoh masyarakat untuk merumuskan jadwal dan sistem pengamanan yang saling menguntungkan.

​Diharapkan, dengan campur tangan langsung dari Mabes TNI, lapangan tembak ini dapat bertransformasi menjadi fasilitas yang modern, aman (safety), dan tetap humanis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

​Titik Koordinat,05°02’23.65″ S 119°40’33.60″ E

Posisi Geografis, Area hijau lapangan tembak yang berbatasan langsung dengan zona hunian (sisi Barat) dan lumbung pangan warga (sisi Timur/Selatan).

Arah Bidik,Terpantau pada azimuth 345.6° yang memerlukan penguatan perimeter keamanan permanen.

Redaksi

Berita Terkait

Selamat Milad ke 46 Tahun Bupati Sambas, RAJAWALI Panjatkan Doa Agar Senantiasa Sehat dan Berjaya Memimpin Daerah
PERUBAHAN STRUKTUR ORGANISASI, RIDWAN DIKUKUHKAN PIMPIN LSM MAUNG SANGGAU
Dies Natalis GMNI ke-72, Mahasiswa Nyatakan Dukungan untuk Program Polda Riau dan Stabilitas Daerah
SKANDAL BIROKRASI LAHAT: MEMBONGKAR DUGAAN KONSPIRASI KADES DAN CAMAT DALAM PEMECATAN MASSAL PERANGKAT DESA LUBUK LAYANG ILIR, DIDUGA KUAT UPAYA PEMBUNGKAMAN SAKSI KORUPSI
Tegang! Ahli Waris Hadang Eksekusi Lahan Pemkot Tangerang, Kuasa Hukum: “Mana Prosedur Hukumnya?”
Danramil 421-03/Pnh Kejar Target Pembangunan Gedung KDKMP, 10 Desa Rampung 100 Persen
Dugaan Penimbunan dan Pengolahan Kayu Ilegal di Balai Berkuak Viral di Medsos, Warga Soroti Sosok “Akau” yang Disebut Kebal Hukum
RAJAWALI Desak Polda Kalbar: Usut Sampai Akar, Jangan Ada yang Dilindungi dalam Kasus Mangrove Kubu Raya

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 16:50 WIB

Satgas TMMD Bersama Warga Melangsir Begesting Besi Untuk Betonisasi Jalan

Minggu, 26 April 2026 - 05:04 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda di Pagerwojo

Sabtu, 25 April 2026 - 13:31 WIB

*Direktur SPBU Seririt: Kunci Sukses Siswa Ada pada Integritas, Loyalitas, dan Kompetensi*

Jumat, 24 April 2026 - 22:14 WIB

Sertijab 7 Pejabat Polres Kendal Digelar, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Kinerja

Jumat, 24 April 2026 - 22:04 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Hadiri Sertijab Kalapas, Tekankan Pentingnya Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 24 April 2026 - 19:45 WIB

Pelayanan Terpadu dan Humanis Terapkan Pimpinan Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang

Jumat, 24 April 2026 - 13:17 WIB

Plt. Bupati Tulungagung Dorong Pelestarian Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret, Kembangkan Wisata Budaya Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 12:25 WIB

Bongkar Dugaan KORUPSI Massal 50 Desa di Labura, LRI/YJPRSA Desak Inspektorat Segera Audit Investigasif.

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Tiga RTLH Sudah Digarap, Progres TMMD Abdya Kini Capai 10 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 - 20:02 WIB

ACEH BARAT DAYA

Program TMMD Ke-128 Bantu Warga, 5 RTLH Direhab Bertahap di Tangan-Tangan

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

Semangat Warga Gunung Cut Dukung TMMD Tuai Apresiasi Dandim Abdya

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:07 WIB

ACEH BARAT DAYA

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun MCK di Lima Lokasi

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:02 WIB