Nasional detik.com,Jakarta – Musim mudik Lebaran 2026 diproyeksikan kembali mengalami lonjakan signifikan. Mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuh mendukung kebijakan pemerintah guna menjamin kelancaran Angkutan Lebaran, khususnya pada lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Selasa (3/3/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan pembagian pelabuhan telah disepakati bersama para pemangku kepentingan untuk mengurai potensi kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai hingga Lembar. Strategi ini berbasis penggolongan kendaraan agar distribusi arus penyeberangan lebih merata dan penumpukan dapat dicegah sejak awal.
Berdasarkan SKB tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026 lintasan Merak–Bakauheni diatur sebagai berikut: penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, dan IVb tetap melalui Merak. Kendaraan golongan I, II, III, Vb, dan VIb (dua sumbu) dialihkan melalui Ciwandan. Sementara truk golongan VIb (tiga sumbu), VII, VIII, dan IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone apabila terkena pembatasan operasional.
Skema serupa diterapkan pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian arah tujuan Sumatera dan Jawa.
Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB selama 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil. Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan.
Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar juga disiapkan guna mendukung distribusi logistik menuju NTB.
Operasional penyeberangan di sejumlah pelabuhan juga akan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi, yakni di Ketapang (18 Maret 17.00–20 Maret 06.00), Gilimanuk (19 Maret 05.00–20 Maret 06.00), Lembar (18 Maret 21.00–20 Maret 01.30), dan Padangbai (19 Maret 04.00–20 Maret 11.30).
Armada Disiagakan dan Diskon Tarif
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan armada telah dioptimalkan. Sebanyak 28–33 kapal per hari disiagakan di lintasan Merak–Bakauheni, 9–12 kapal di Ciwandan–Wika Beton, 10–12 kapal di BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta 28–32 kapal di Ketapang–Gilimanuk.
Penguatan layanan dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, hingga peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
Selain itu, ASDP siap menerapkan stimulus diskon tarif inisiasi pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan atau setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki dan kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.
Kebijakan single tarif juga diberlakukan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.
ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau website Ferizy sejak H-60, datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket, serta memastikan pengisian data identitas dilakukan secara lengkap dan benar demi akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.
“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” tegas Heru. (*/Ism)







































