Tegal, nasionaldetik.com
Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disertai berdirinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah menuai beragam tanggapan masyarakat.
Seorang guru honorer SDN Talok 02, Dimas Ardiyanto, S.Pd, menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada sektor sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.


Menurut Dimas, sebagian guru honorer mungkin merasakan kecemburuan sosial ketika melihat relawan SPPG menerima honor yang jauh lebih besar. Namun ia menegaskan bahwa rasa iri bukanlah jalan keluar.

“Kita sebagai guru honorer mungkin iri melihat relawan SPPG yang gajinya puluhan kali lipat. Akan tetapi percuma saja iri dengan rezeki orang lain. Lebih baik kita mencari peluang di tengah hadirnya dapur SPPG, khususnya di Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Di sisi lain, Dimas tidak hanya berprofesi sebagai guru honorer. Ia juga aktif sebagai jurnalis yang kerap mengikuti perkembangan kebijakan publik di daerahnya. Menurutnya, keberadaan program MBG justru memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi sekaligus melakukan pengawasan sosial.
Ia menilai pengawasan tetap penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), terutama terkait kualitas dan kelayakan menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Sebagai jurnalis, saya juga bisa ikut mengawasi agar menu yang diberikan benar-benar sesuai juknis. Program ini harus berjalan baik karena menyangkut kebutuhan gizi,” jelasnya.
Dimas menegaskan bahwa pada dasarnya dirinya bersikap netral terhadap keberadaan program MBG.
Meski saat ini ia juga aktif sebagai salah satu suplier yang melihat peluang usaha dari hadirnya dapur SPPG, ia tetap memandang program tersebut dari berbagai sudut, baik sebagai pendidik, jurnalis, maupun bagian dari pelaku usaha lokal.
Ia berharap program MBG tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM lokal secara transparan dan bertanggung jawab.
Red.







































