TANAM BAWANG MERAH TAHAN HUJAN LEBAT KELOMPOK JATAM DESA CODOH KECAMATAN WAJAH, KABUPATEN MALANG.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:20 WIB

50107 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 05 Februari 2026 Gerakan penanaman bawang merah varietas tahan hujan lebat yang dilakukan oleh kelompok JATAM (Jaringan Tani Mandiri) Desa Codoh. Kegiatan ini juga meliputi pembuatan model budidaya adaptif dan penyusunan panduan praktis untuk petani lokal, dengan fokus pada meningkatkan ketahanan hasil panen di musim hujan.

Pelaksana Utama: Kelompok JATAM Desa Codoh, Kecamatan Wajak
Pembimbing & Narasumber: Prof. Sahri, Ketua JATAM Kabupaten
Malang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta: Anggota kelompok tani Desa Codoh dan beberapa petani dari desa sekitar

Kegiatan dimulai pada awal bulan Februari 2026, dengan tahap persiapan lahan pada tanggal 2 Februari dan penanaman secara massal pada tanggal 5 Februari 2026. Rencana pemantauan dan evaluasi akan dilakukan setiap minggu selama masa tumbuh tanaman.

Lahan pertanian milik kelompok JATAM Desa Codoh, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena sering mengalami dampak hujan lebat yang mengganggu produktivitas bawang merah.

Bawang merah merupakan komoditas utama petani Desa Codoh, namun hasil panen sering menurun drastis akibat hujan lebat yang menyebabkan busuk akar dan gulma berlebih.

Untuk mengedukasi petani tentang teknologi budidaya yang adaptif terhadap perubahan cuaca.

Mendukung program JATAM Kabupaten Malang dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani lokal.

Pemilihan Varietas: Menggunakan bawang merah varietas yang telah diuji tahan terhadap kondisi lembab dan hujan intensif.

Pengolahan Lahan: Menerapkan sistem bedengan tinggi dan saluran drainase yang efektif untuk mengantisipasi genangan air.

Pelatihan: Prof. Sahri memberikan pembekalan tentang teknik penanaman, pemupukan organik, dan pengendalian hama penyakit secara alami.

Dokumentasi: Tim JATAM Kabupaten Malang mencatat proses dan akan membagikan hasilnya melalui media lokal dan pertemuan kelompok tani untuk diadopsi lebih luas.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Malang “Kota Pelajar” atau “Kota Terbiar”? Tim Investigasi GPN Kecam Buruknya Tata Ruang dan Pembiaran Fasilitas Publik
Taruna Akmil & Prajurit Divisi 2 Lari Pagi Gembira
Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Kedungkandang Bubarkan Aksi Balap Liar di Kawasan Buring
Saksi Kasus Bendungan Lahor “Serang Balik” Penyidik: Sebut Laporan Mengada-ada dan Tuntut Jembatan Gratis
JEJARING KEKUASAAN DI KABUPATEN MALANG : “Bupati Sanusi Lantik Anak Kandung Kepala DLH, Publik Soroti Praktik KKN”
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT
KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH
HALAL BI HALAL: MEMBANGUN KEKUATAN DALAM KEBERSAMAAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:58 WIB

Sambut Tradisi Desa, TNI dan Warga Gotong Royong

Jumat, 24 April 2026 - 15:28 WIB

Kunjungan Satgas TMMD, Nurhabibah Tak Kuasa Tahan Haru

Jumat, 24 April 2026 - 14:27 WIB

Aksi TNI-Warga Ubah Nasib Hunian Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 13:46 WIB

Satgas TMMD 128 Bergerak Cepat, Gubuk Lapuk Nek Nurhabibah Segera Disulap Layak Huni

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Sambut Tradisi Desa, TNI dan Warga Gotong Royong

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:58 WIB