LBHAM: “Label Bunuh Diri Adalah Senjata Pamungkas Penjahat dan Penyidik Malas” – Bongkar Rekayasa Kasus, Lawan Impunitas!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 22:32 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Direktur LBHAM, Faizuddin FM (Gus Faiz), meluncurkan kritik pedas terhadap tren penutupan kasus kematian janggal dengan label “bunuh diri”. LBHAM menuding bahwa seringkali narasi bunuh diri bukan berdasarkan fakta sains, melainkan alat untuk menghentikan perkara (SP3) demi menutupi ketidakmampuan atau keterlibatan oknum tertentu.
Bedah Kritis 5W + 1H: Melawan Narasi Palsu

Siapa yang diuntungkan? Pelaku pembunuhan yang bebas berkeliaran dan oknum penyidik yang ingin “kerja instan”. LBHAM menegaskan bahwa keluarga bukan sekadar objek duka, melainkan subjek hukum yang wajib melawan jika mencium bau busuk rekayasa dari oknum berseragam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang sebenarnya terjadi? Bukan hanya pembunuhan (Moord), tapi pembunuhan karakter korban dan pengkhianatan terhadap keadilan. Memalsukan fakta pembunuhan menjadi bunuh diri adalah kejahatan di atas kejahatan.

Di mana letak boroknya? Di meja-meja penyidikan yang tertutup dan minim pengawasan. LBHAM mendesak agar kasus ditarik keluar dari otoritas lokal yang korup menuju pengawasan ketat Komnas HAM dan Propam Polri.

Kapan harus bergerak? Detik ini juga. Jangan menunggu bukti dihilangkan atau TKP dibersihkan. Setiap jam penundaan adalah peluang bagi pelaku untuk menghapus jejak darah.

Mengapa rekayasa ini laku? Karena “bunuh diri” adalah jalur paling sunyi untuk membungkam kebenaran tanpa perlu menyeret siapa pun ke penjara. Ini adalah bentuk pengecutan hukum yang harus dihentikan.

Bagaimana cara meruntuhkan narasi ini? Hantam dengan autopsi independen, gerakkan tekanan publik, dan jerat oknum penyidik dengan Pasal 221 KUHP (merintangi penyidikan) serta Pasal 263 KUHP (pemalsuan dokumen).

“Hukum Bukan Milik Mereka yang Punya Lencana”Gus Faiz menegaskan bahwa LBHAM tidak akan membiarkan hukum menjadi komoditas yang bisa dinegosiasikan di balik pintu ruang pemeriksaan.

“Mengatakan korban pembunuhan sebagai pelaku bunuh diri adalah penghinaan paling keji terhadap kemanusiaan. Jika penyidik bermain mata dengan pelaku, mereka bukan lagi penegak hukum, tapi kaki tangan pembunuh. Kami tidak hanya mengejar Pasal 340 KUHP untuk pembunuhnya, tapi kami akan menyeret setiap oknum yang memalsukan berita acara ke meja hijau!” tegas Faizuddin FM (Gus Faiz) dengan nada tajam.

Manifesto Tuntutan LBHAM:
Kepolisian dilarang mengeluarkan pernyataan “diduga bunuh diri” ke media sebelum hasil autopsi independen dan olah TKP berbasis Scientific Crime Investigation tuntas.

Pecat dan pidanakan penyidik yang terbukti mengarahkan saksi atau memanipulasi bukti untuk mendukung narasi bunuh diri.

Mendesak Komnas HAM melakukan investigasi khusus pada setiap kasus kematian dalam tahanan atau kematian janggal yang ditutup dengan alasan bunuh diri dalam 2 tahun terakhir.

“Jangan biarkan kematian mereka menjadi sia-sia di tangan para pemanipulasi fakta.”

[LBHAM – Departemen Advokasi & Kampanye]

Tim Redaksi

Berita Terkait

Malang “Kota Pelajar” atau “Kota Terbiar”? Tim Investigasi GPN Kecam Buruknya Tata Ruang dan Pembiaran Fasilitas Publik
Taruna Akmil & Prajurit Divisi 2 Lari Pagi Gembira
Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Kedungkandang Bubarkan Aksi Balap Liar di Kawasan Buring
Saksi Kasus Bendungan Lahor “Serang Balik” Penyidik: Sebut Laporan Mengada-ada dan Tuntut Jembatan Gratis
JEJARING KEKUASAAN DI KABUPATEN MALANG : “Bupati Sanusi Lantik Anak Kandung Kepala DLH, Publik Soroti Praktik KKN”
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT
KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH
HALAL BI HALAL: MEMBANGUN KEKUATAN DALAM KEBERSAMAAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:22 WIB

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han Apresiasi Pembukaan TMMD ke-128 Kodim Bengkalis: Wujud Sinergi TNI dan Rakyat

Kamis, 23 April 2026 - 00:15 WIB

TMMD ke-128 Kodim Bengkalis Resmi Dibuka, Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han Tekankan Percepatan Pembangunan Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 23:48 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Gantung di Ulu Pungkut

Rabu, 22 April 2026 - 23:41 WIB

Dikawal Ratusan Aparat Gabungan, Eksekusi Lahan Gereja GKPI Salak Berjalan Kondusif

Rabu, 22 April 2026 - 23:36 WIB

*Dandim 0209/LB Perkuat Sinergi Pembangunan KDKMP, Pimpin Diskusi Bersama PMO dan BA Labura*

Rabu, 22 April 2026 - 23:27 WIB

*Dandim 0209/LB Resmikan Kompi Produksi, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Wilayah*

Rabu, 22 April 2026 - 22:42 WIB

PKH Diverifikasi Ulang, Babinsa Koramil 02/Sidikalang Pastikan Tak Ada Lagi Bantuan Salah Alamat

Rabu, 22 April 2026 - 22:18 WIB

Imigrasi Bekasi Siap Kawal Keberangkatan 12 Ribu Jemaah Haji 2026, Layani Dengan Humanis dan Profesional

Berita Terbaru