Dairi, Nasionaldetik.com
– Dalam suasana penuh keakraban, Babinsa Koramil 03/Parongil, Kodim 0206/Dairi, Sertu Latif bersama Kepala Desa Lae Panginuman, K. Sitorus, dan perangkat desa terlihat menyatu bersama warga di pasar rakyat Desa Lae Panginuman, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (22/10/2025).
Di sela kegiatan pemantauan aktivitas jual beli, mereka menyempatkan diri menikmati semangkuk bakso dan secangkir kopi di warung sederhana dekat kantor desa. Kegiatan yang tampak sederhana itu justru menjadi simbol nyata kedekatan TNI dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Lae Panginuman, K. Sitorus, mengatakan pasar mingguan ini menjadi denyut ekonomi utama bagi warganya.
“Pasar ini buka setiap hari Rabu dan hanya setengah hari. Karena letaknya dekat dengan kantor desa, kami sering turun langsung untuk melihat aktivitas warga. Hari ini kami bersama Babinsa sambil makan bakso dan ngopi, sekaligus memantau situasi pasar,” ujar K. Sitorus.
Menurutnya, kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat bukan hanya sekadar tugas pengamanan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap kegiatan ekonomi dan sosial warga.
Sementara itu, Danramil 03/Parongil, Kapten Inf Hernandez, melalui Babinsa Sertu Latif menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan wujud pembinaan teritorial (Binter) yang terus dilakukan TNI di wilayah.
“Babinsa hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan formal, tapi juga dalam suasana santai seperti ini. Dari obrolan ringan di warung, kami bisa memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Sertu Latif menambahkan, kedekatan antara Babinsa dan warga menjadi pondasi penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
“Dengan saling mengenal dan berinteraksi, komunikasi menjadi lancar. Ini yang membuat TNI selalu hadir dan diterima di tengah masyarakat,” ucapnya.
Suasana guyub di pasar rakyat itu menjadi gambaran nyata semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana kebersamaan dan kepedulian tumbuh tanpa sekat. Dari semangkuk bakso dan secangkir kopi, tercipta hubungan yang hangat antara aparat, pemerintah desa, dan warga — memperkuat fondasi persatuan di wilayah Lae Panginuman.
Sumber: Prajurit Pena
(Nur Kennan Tarigan)







































