Tanah Karo, Nasionaldetik.com
Sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, kondisi Bendera Merah Putih yang terpasang dalam keadaan koyak dan kusam di Pustu Desa Sukarame, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, kini menemui titik terang. Pihak manajemen Kepala Puskesmas Dr.Abdul Rahman Surbakti, memberikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf atas insiden tersebut.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, pada Rabu (07/01/2026), sebuah unggahan berita menyoroti kondisi bendera di halaman Pustu Sukarame yang dinilai memprihatinkan. Pemasangan lambang negara yang tidak layak tersebut memicu kritik dari masyarakat dan insan pers yang melintas, karena dianggap mencerminkan kurangnya jiwa nasionalisme serta kelalaian dalam pemeliharaan simbol Negara Republik Indonesia.
Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi Pustu Desa Sukarame Kecamatan Munte pada hari kejadian, Kepala Pustu dilaporkan sedang tidak berada di tempat, sehingga sempat menimbulkan pertanyaan di tengah publik.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf
Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Puskesmas Kecamatan Munte Dr.Abdul Rahman Surbakti segera memberikan pernyataan resmi.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan media yang telah menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengingatkan pihak Puskesmas akan kondisi bendera tersebut.
”Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh masyarakat atas kelalaian ini. Kejadian ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan,” ujar Ny. Eva Juita Oktarina, Kepala Pustu Desa Suka rame
Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut terjadi karena dirinya sedang tertimpa musibah keluarga yang mengharuskannya absen dari kantor selama beberapa hari.
Kondisi Kesehatan: Beliau sedang dalam keadaan sakit.
Musibah Keluarga: Anak beliau mengalami kecelakaan dan harus menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit.
Apresiasi Terhadap Peran Media
Kepala Puskesmas juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wakil Pimpinan Redaksi Media Online Nasionaldetik.com, ibu Nur Kennan Tarigan, atas teguran melalui pemberitaan tersebut. Menurutnya, kritikan tersebut menjadi pengingat penting bagi jajaran Pustu untuk tetap menjaga marwah simbol negara meski di tengah situasi sulit.
Pihak Puskesmas memastikan bahwa bendera yang rusak telah diturunkan dan diganti dengan yang baru, serta berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
(Nur Kennan Tarigan)







































