SERANG, Nasionaldetik.com
— Pekerjaan pembangunan/peningkatan kualitas PSU permukiman berupa drainase lingkungan di Kampung Sadik, RW 003–RW 004, Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka, kota Serang, Banten, mendapat sorotan.
Sorotan tersebut mencuat setelah dokumentasi lapangan memperlihatkan pemasangan U-Ditch beton pada badan jalan dengan kondisi dasar galian yang secara visual tampak didominasi tanah. Kondisi itu memunculkan pertanyaan: apakah pemasangan U-Ditch tersebut telah menggunakan lapisan pasir urug atau material bedding sesuai spesifikasi teknis pekerjaan?
Salah satu pekerja saat di konfirmasi ,di RABnya tidak mengunakan LC.dalihnya.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terlihat di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman, paket Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU Permukiman (Drainase Lingkungan), dengan nilai kontrak Rp362.900.000, waktu pelaksanaan 60 hari kalender, sumber dana APBD Provinsi Banten Tahun 2026, dan pelaksana tercantum CV Buana Pratama.
Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kabupaten Serang, Suprani, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto maupun pengamatan visual. Namun, kondisi tersebut menurutnya layak diperiksa secara teknis dan diklarifikasi secara terbuka.
“Kami tidak sedang menghakimi pelaksana.tetapi pekerjaan yang dibiayai uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan secara teknis kalau dalam spesifikasi pekerjaan memang dipersyaratkan bedding atau pasir urug,tentu harus dapat dibuktikan di lapangan,”tegas Suprani
Menurutnya, pemasangan U-Ditch bukan sekadar meletakkan beton ke dalam galian. Kondisi dasar galian, elevasi, bedding, penyambungan, kemiringan saluran, pemadatan kembali, hingga mutu dan kesesuaian material merupakan bagian penting yang menentukan kualitas serta umur layanan drainase.
Ketua DPD IWO-Indonesia mengharap ,pihak terkait membuka dokumen teknis pekerjaan, khususnya RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta hasil pemeriksaan pekerjaan, sehingga publik dapat mengetahui apakah pelaksanaan di lapangan benar-benar sesuai kontrak.
Jangan Hanya Kejar Terpasang, Pastikan Sesuai Spesifikasi
IWO Indonesia Kabupaten Serang juga mempertanyakan proses pemasangan pada sejumlah titik yang terlihat dalam dokumentasi.
Apakah dasar U-Ditch telah dipersiapkan sesuai metode kerja? Apakah terdapat lapisan pasir urug/bedding? Berapa ketebalannya? Apakah elevasi dan kemiringannya telah diperiksa? Dan siapa yang melakukan pengawasan serta pemeriksaan hasil pekerjaan?
Pertanyaan tersebut penting karena kesalahan pada tahap pemasangan dapat berpengaruh terhadap stabilitas U-Ditch, elevasi aliran, potensi penurunan, kebocoran sambungan, hingga fungsi drainase dalam jangka panjang.
“Jangan sampai secara kasat mata proyek terlihat selesai, tetapi beberapa waktu kemudian terjadi penurunan, sambungan terbuka atau saluran tidak berfungsi optimal. Kalau itu terjadi, masyarakat kembali yang menanggung dampaknya,” ujarnya.
IWOI Minta Dinas Turun ke Lapangan
Suprani minta dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kota Serang- Banten selaku instansi yang tercantum pada papan proyek melakukan pemeriksaan langsung bersama pengawas teknis dan pihak pelaksana.
Pemeriksaan, kata dia, sebaiknya tidak berhenti pada melihat hasil akhir. Bila diperlukan, pemeriksaan dilakukan pada bagian pekerjaan yang masih terbuka untuk memastikan lapisan dasar, elevasi, material dan metode pemasangan sesuai dokumen kontrak.
“Kami meminta
tranparansi,bukan
Mencari-cari kesalahan.kalau memang
Semuanya sesuai spesifikasi,justru itu harus dijelaskan dan dibuktikan. Tetapi kalau ditemukan ketidaksesuaian,harus ada tindakan korektif sesuai ketentuan kontrak,” ucap Suprani.
IWO Indonesia Kabupaten Serang menegaskan akan terus melakukan fungsi kontrol sosial dan jurnalistik terhadap proyek yang menggunakan APBD, dengan tetap mengedepankan prinsip konfirmasi, verifikasi, keberimbangan, dan praduga tidak bersalah.
Pertanyaan utamanya sederhana: U-Ditch tersebut dipasang berdasarkan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, atau sekadar dipasang agar pekerjaan terlihat selesai?
Publik berhak mendapatkan jawabannya.
(Pran’s.com)






























