*TNI AD Tuntaskan Investigasi Jembatan Garuda Pangandaran, Temukan Faktor Teknis dan Overload*

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 21:46 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Nasionaldetik.com

— TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pemeriksaan dan evaluasi teknis terhadap Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat, menyusul kejadian kerusakan pada sistem sling saat pelaksanaan peresmian. Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan.

TNI Angkatan Darat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut, khususnya kepada masyarakat yang terdampak. Sebagaimana yang juga telah disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. selaku Kepala Satgas Jembatan Garuda melalui media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Kasad di hadapan awak media.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kegiatan investigasi dilakukan terhadap berbagai bagian konstruksi dan sistem pendukung jembatan. Tim menemukan sejumlah kondisi teknis, antara lain pengait _block anchor_ yang mengalami patah, konfigurasi dan posisi _block anchor_ terhadap _pylon_, sistem _roller_ dan _turnbuckle_, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada _pylon_. Selain itu, pada saat kejadian, jembatan menerima beban secara bersamaan dari sekitar 50 orang, yang berdasarkan hasil analisis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja struktur.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda merupakan jenis jembatan perintis yang dibangun sebagai solusi akses masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan bagi pembangunan jembatan beton.

“Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya. Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan,” jelasnya, Jumat (4/9/2026).

Untuk meningkatkan aspek keselamatan, TNI AD juga telah melakukan _upgrade_ terhadap sistem sling pada jembatan-jembatan perintis yang dibangun, termasuk peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Namun demikian, seluruh sistem jembatan tetap harus digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” lanjut Kadispenad.

Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI AD akan melakukan penanganan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur jembatan. Evaluasi juga akan mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya. Sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat, jembatan akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan kelayakan penggunaannya.

TNI AD memahami bahwa Jembatan Garuda dibangun untuk memberikan manfaat dan memudahkan mobilitas masyarakat. Karena itu, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Hasil investigasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan ke depan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat memberikan manfaat secara optimal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. *

(Nur Kennan Tarigan:

Sumber: Dispenad

Berita Terkait

Tim Wasev Tinjau Lima RTLH TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Seluruhnya Rampung
Sentuhan Pengabdian TNI, Lima MCK Warga Masuk Program TMMD ke-130
Tim Wasev Tinjau Pembukaan Jalan Sibongkaras, Akses Desa Terisolasi Mulai Terbuka
*Ayunan Semen Menjadi Jejak Harapan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Poles Lantai Rumah Tukirin*
*Di Balik Adukan Semen TMMD ke-130, Ada Harapan Suroto untuk Rumah Layak Huni*
*Tak Lagi Berjuang Sendiri, Suroto Sambut Harapan Baru Lewat Program TMMD ke-130 Desa Aek Batu*
*Pondasi Kokoh, Harapan Baru Suroto : “Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Wujudkan Rumah Layak Huni*”

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:25 WIB

LP-KPK Labuhanbatu Utara Desak Kepolisian Usut Tuntas Dugaan Penyerobotan Lahan dan Pencurian Kelapa Sawit milik Ahli Waris

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Jemaat Gereja GKPI Cikampak Bersyukur MCK di Cat oleh Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Apresiasi Respons Cepat Polsek Aek Natas, Kuasa Hukum dan LSM LPPN Desak Penuntasan Kasus Dugaan Pencurian Lahan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Proyek Penggalian Pipa Gas Lintas Sumatera Resahkan Warga: Akses Rumah Rusak, Usaha Pedagang Lumpuh Total

Minggu, 27 September 2026 - 17:58 WIB

Diduga Lakukan Pencurian Identitas Karyawan Demi Hindari Pajak, APH dan Instansi Terkait Didesak Audit Total Perusahaan dan Lahan Milik Pengusaha AS di Labura

Minggu, 27 September 2026 - 12:27 WIB

Pencurian Identitas Berujung Teror Pajak: Buruh Brondolan di Labura Dijebak Jadi Direktur Perusahaan

Jumat, 25 September 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Penyimpangan Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar Guncang DPRD Labura: Pengawasan Mandul, Integritas Wakil Rakyat Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 18:54 WIB

Dugaan Penyimpangan Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar Guncang DPRD Labura: Di Mana Integritas Wakil Rakyat?

Berita Terbaru

NASIONAL

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:55 WIB