LABUHANBATU UTARA —Nasionaldetik.com
Proyek pengerjaan penggalian pipa gas di sepanjang area Jalur Lintas Sumatera memicu keresahan mendalam bagi warga setempat. Aktivitas pemancangan dan penggalian tanah yang dinilai kurang memperhatikan keselamatan lingkungan tersebut tidak hanya merusak fasilitas warga, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian pedagang kecil di kawasan sekitar.
Kondisi memprihatinkan terlihat dari terganggunya akses jalan warga serta hancurnya lahan parkir di pinggir jalan utama. Tanah di sekitar lokasi galian mengalami penurunan dramatis (ambles) dan berlumpur saat hujan, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan serta penghuni rumah.
Salah seorang warga terdampak, Erni Sagala, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka kepada awak media. Ia menegaskan bahwa aktivitas harian keluarganya menjadi sangat terganggu akibat kerusakan di bagian pekarangan rumah mereka yang tak kunjung diperbaiki oleh pihak pengembang.
”Kami minta pihak kontraktor segera bertanggung jawab dan memulihkan kembali pekarangan halaman kami seperti semula. Aktivitas sehari-hari kami sangat terganggu akibat galian ini,” tegas Erni.
Dampak paling berat dirasakan oleh para pelaku usaha mikro yang menggantungkan hidup di pinggir Jalur Lintas Sumatera. Salah satunya adalah Mak Rizky, seorang pedagang yang kini terpaksa menghentikan aktivitas jual-belinya secara total.
Area tempat parkir kendaraan pembeli di depan warungnya ambles parah akibat galian pipa gas tersebut. Hilangnya akses parkir membuat pelanggan tak bisa singgah, yang berujung pada kerugian finansial yang sangat fatal bagi kelangsungan hidup keluarganya
”Pendapatan harian saya bergantung penuh dari dagangan di pinggir jalan ini. Begitu tempat parkir ambles, pembeli tidak ada yang berani berhenti. Usaha saya mati total,” ungkap Mak Rizky dengan nada prihatin.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan para pedagang terdampak mendesak pihak kontraktor pelaksana proyek penggalian pipa gas untuk segera turun ke lapangan. Selain menuntut perbaikan infrastruktur fisik yang rusak, warga juga meminta kepastian ganti rugi atas kerugian ekonomi yang ditimbulkan selama proses pengerjaan berlangsung.
Pihak media masih berupaya menghubungi kontraktor pelaksana dan instansi terkait untuk mendapatkan konfirmasi serta tanggapan resmi mengenai langkah penanganan di lokasi proyek tersebut
(Sahrijal Naibaho)






























