PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Persoalan kesehatan masyarakat, mulai dari stunting, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga kasus gigitan hewan yang berpotensi rabies, menjadi perhatian dalam rapat lintas sektoral di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (2/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe itu dihadiri perwakilan Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Pelda Supriyadi, yang mewakili Danramil Kapten Inf A Siregar.
Rapat dimulai sekitar pukul 10.20 WIB dan diikuti berbagai unsur, di antaranya Camat Sitellu Tali Urang Jehe Mike Ujung, perwakilan Kapolsek Sukaramai Aiptu Sehat Togatorop, Kepala Puskesmas Sibande Fitri, Babinsa Serda P. Gultom, Bhabinkamtibmas Briptu Banuarea, para kepala desa, BPD, petugas kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat sekaligus membangun kesamaan langkah antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan, tercatat 93 balita mengalami stunting dan 16 balita masuk kategori gizi kurang. Sementara itu, tidak ditemukan balita yang mengalami gizi buruk. Pada persoalan kesehatan jiwa, terdapat 36 ODGJ, dengan 29 orang tercatat aktif mengonsumsi obat dan tujuh orang belum mengonsumsi obat. Selain itu, terdapat 42 kasus gigitan hewan yang perlu mendapat perhatian terkait potensi rabies. Data kesehatan ibu dan anak juga menjadi bagian pembahasan, termasuk 82 ibu hamil dari sasaran 200 orang serta 97 ibu bersalin dari sasaran 177 orang.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan di lapangan turut disampaikan masyarakat dan peserta rapat. Di antaranya persoalan kepesertaan BPJS, penanganan ODGJ yang dinilai membutuhkan perhatian khusus, serta harapan agar petugas kesehatan lebih aktif turun langsung ke desa-desa. Masyarakat juga mendorong peningkatan bantuan susu untuk mendukung penanganan stunting serta meminta agar sosialisasi kepada orang tua diperkuat sebelum pelaksanaan imunisasi atau vaksinasi di sekolah.
Mewakili Danramil 06/Kerajaan, Pelda Supriyadi dalam sambutannya menekankan bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja bersama lintas sektor. Menurutnya, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga perlu menjaga komunikasi serta meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang muncul. “Sinergi dan komunikasi harus terus dijaga agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama,” ujar Pelda Supriyadi. Rapat tersebut berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber; Prajurit Pena





























