25 Daerah Terdampak Kemarau, Jateng Sudah Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, nasionaldetik.com

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, hingga 24 Juli 2026 telah tersalurkan sebanyak 6,8 juta liter air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan di Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Distribusi air bersih yang bersumber APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/kota sebanyak 4.853.800 liter. Sementara bantuan dari CSR, PMI, TNI-Polri, dan instansi lainnya sekitar 1.951.500 liter air bersih. Total penerima manfaat distribusi air bersih sekitar 61.139 KK dengan jumlah 184.643 jiwa. Tiga daerah dengan distribusi air bersih terbanyak adalah Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, wilayah terdampak kemarau sampai tanggal 24 Juli 2026 sebanyak 25 kabupaten/kota dengan 83 kecamatan dan 148 desa. Bahkan, sebanyak 11 kabupaten/kota sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan 2026.

Ia menyatakan, ketersediaan air bersih saat ini masih tercukupi dan siap didistribusikan ke daerah terdampak. Apalagi masih ada pihak-pihak lain seperti TNI, Polri, PMI, dan sebagainya yang sudah menyataku akan memberikan bantuan.

“Masih ada sisa ketersediaan air bersih sekitar 40 juta liter dari total 44,9 juta liter yang disediakan oleh APBD Kabupaten/Kota. Terkait dengan air bersih ini masih mumpuni karena ketersediaan anggaran maupun air bersihnya masih tersedia,” beber Bergas saat melaporan kondisi terkini terkait kekeringan dan distribusi air bersih kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin, 27 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Bergas juga melaporkan bahwa memasuki musim kemarau, terhitung tanggal 5 Juni-19 Juli 2026, tercatat ada 275 kejadian kebakaran. Terdiri atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 56 kejadian, kemudian kebakaran gedung dan rumah 219 kejadian.

“Karhutla ini paling banyak terdampak itu lahan, utamanya lahan tebu. Jumlah kerugian karhutla Rp607 juta, kerugian kebakaran gedung dan rumah sampai Rp27 miliar. Karhutla ini yang perlu diantisipasi oleh daerah,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sejak jauh-jauh hari sudah memberikan perhatian khusus terkait antisipasi kekeringan dan dampak kemarau. Seluruh kepala daerah sudah diminta untuk melakukan mitigasi, memetakan daerah rawan, dan menyiapkan langkah antisipasi.

“Intinya kebutuhan air bersih masih cukup, tinggal distribusi ya,” katanya saat rapat pengendalian operasional kegiatan (POK) dengan seluruh kepala OPD, BUMD, dan BLUD di kantornya.

Mitigasi tersebut tidak hanya terkait dengan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan air untuk lahan pertanian. Mengingat target produktivitas padi di Jawa Tengah tahun 2026 ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Kemarin saya sudah ajukan ke Menteri Pertanian untuk bantuan pompa air. Sudah disetujui, tinggal nanti Dinas Pertanian dan Peternakan menindaklanjuti agar bisa segera dikirim,” kata Luthfi.

Mrs.

Berita Terkait

Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Kecamatan Sumbergempol Gelar Sosialisasi Pengelolaan Media Sosial dan Publikasi Digital
Beri Jamdan ke Prajurit, Dandim Majalengka Minta Babinsa Bina Calon Prajurit TNI AD Tanpa Pungli
Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!
Tak Henti-hentinya Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Berjibaku kejar Sasaran Pisik.
Kunjungan DPD IWO-I Deli Serdang di Sambut Oleh Ketua OKK DPP IWO-I Bersama DPW IWO-I DKI Jakarta
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Inhil Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah
PCNU KOTA JAMBI MENERIMA BANTUAN MASKER DARI BPBD KOTA JAMBI UNTUK APEL HARI SANTRI NASIONAL 2026*

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas dan Kinerja Organisasi, Kejari Karo Hadiri Evaluasi SAKIP Virtual 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:17 WIB

Pimpin Apel Pagi Kejari Karo, Kasubagbin Tekankan Kedisiplinan dan Kesiapan Mental Pegawai

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Dari Desa Untuk Negeri, Satgas TMMD Kodim 0206/Dairi Berjuang Membuka Akses Sibongkaras

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:58 WIB

HINCA PANJAITAN ZIARAH KE MAKAM BOLANG PENAWAR DAN SERAP ASPIRASI GANTI RUGI LAHAN DI DESA KANDIBATA, LANJUT BAHAS KEARIFAN LOKAL DI KEJARI KARO

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Tim Cobra Polres Karo Ungkap Kasus Pencurian, Residivis Diamankan di Kabanjahe

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Jelang Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Karo Gelar Bakti Sosial di Masjid Husnul Khotimah

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Polres Karo Kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Dua Pria Diamankan Bersama Sabu di Bintang Meriah

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Wakapolres Karo Pimpin Apel Pagi, Tekankan Tanggung Jawab Pelaksanaan Program Quick Wins Kapolri

Berita Terbaru