Dua Pekan Lumpuh Total, Longsor Jalan Desa Laukidupen-Desa Laulingga Tak Kunjung Dievakuasi: Warga Desak Pemkab Karo Turunkan Alat Berat

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:06 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Juhar, Karo Nasionaldetik.com

Akses vital yang menghubungkan Desa Laukidupen dan Desa Laulingga di Kabupaten Karo kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak bencana longsor menerjang pada tanggal 15 April 2026 lalu, jalur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tersebut seolah terlupakan dan hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa material longsor berupa tanah dan bebatuan masih menutup rapat badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas, yang secara otomatis memutus rantai distribusi logistik dan hasil pertanian warga. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas, pilihannya hanya berjalan kaki atau nekat melintasi medan berlumpur dengan sepeda motor, meski harus mempertaruhkan keselamatan jiwa karena kondisi tanah yang masih labil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga setempat mengungkapkan rasa kekecewaan mereka karena sudah memasuki minggu kedua, namun belum ada tanda-tanda kehadiran alat berat di lokasi kejadian. Upaya warga untuk membersihkan material secara manual menemui jalan buntu mengingat besarnya volume longsoran yang menimbun jalan. Masyarakat menilai, hanya intervensi pemerintah melalui pengerahan alat berat (Excavator/Beko) yang mampu membuka kembali akses yang terputus tersebut.

​“Kami sudah tidak sanggup lagi jika harus mengandalkan gotong royong manual. Materialnya terlalu banyak dan berat. Kami sangat memohon uluran tangan dan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera mengirimkan bantuan alat berat agar mobilitas kami kembali normal,” ungkap salah seorang warga yang mengeluhkan terhambatnya pengangkutan hasil bumi menuju pasar.

Dampak dari terabaikannya perbaikan jalan ini mulai merembet ke sektor lain. Selain kerugian ekonomi akibat rusaknya hasil tani yang tidak bisa dipasarkan, akses kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak desa juga terganggu. Warga khawatir jika curah hujan kembali tinggi, kondisi jalan akan semakin parah dan memperlama isolasi antar desa.

Kini, harapan besar tertuju pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo serta instansi terkait lainnya. Masyarakat mendesak agar pemerintah segera terjun ke lapangan dan tidak menutup mata, mengingat jalan Laukidupen-Laulingga merupakan jalur utama bagi ribuan jiwa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan menopang ekonomi keluarga.

Nur Kennan Tarigan

Berita Terkait

Tanam Ganja di Rawa Hingga Rumah, Petani di Naman Teran Dibekuk Polisi
Hangat dan Penuh Haru, Kapolres Karo Rayakan Ulang Tahun Personel Sekaligus Lepas Purna Bakti
Sentuhan Kemanusiaan di Lereng Berastagi, Kapolres Karo Sambangi Lansia Yayasan Cinta Kasih Rafael
Polres Karo Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Matangkan Program Pertanahan 2026, Rapat GTRA Karo Prioritaskan Relokasi Siosar Tahap III sebanyak 892 Bidang
Pemkab Karo Galakkan Germas Melalui Senam Sehat Dan Cek Kesehatan Gratis
“Rutan Kabanjahe Gelar Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat Pegawai dan Penyerahan Hadiah Pekan Olahraga Hari Bhakti Pemasyarakatan”
Rakyat Karo Bersuara Apresiasi Polres Karo, Dorong Pemberantasan Narkoba dan Judi Lebih Maksimal

Berita Terbaru