Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
— Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, kembali memunculkan antrean panjang kendaraan warga. Pada Rabu (3/12/2025), Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu, turun langsung memonitor situasi di lapangan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat yang sedang mencari pasokan BBM.
Tidak adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pakpak Bharat menyebabkan warga mengandalkan Pertashop, Pertamini, serta penjual eceran sebagai sumber BBM sehari-hari. Kondisi kelangkaan semakin terasa di Dusun Singgabur, Desa Silima Kuta, Kecamatan STTU Julu, ketika antrean kendaraan roda dua mengular di kios BBM eceran milik Andi Berutu. Warga yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maupun aktivitas harian terlihat saling berebut antrean agar tidak kehabisan stok.
Sertu S. Boangmanalu, yang berada di lokasi sejak pagi, langsung membantu mengatur arus kendaraan untuk menghindari kemacetan dan potensi gesekan antarwarga. “Kami hadir untuk memastikan situasi tetap tertib. Di tengah kelangkaan, kita perlu menjaga keamanan bersama,” ujar Babinsa tersebut. Ia juga aktif berkomunikasi dengan warga agar antrean tetap teratur dan mengedepankan keselamatan.
Pemilik Pertamini, Andi Berutu, mengungkapkan harga Pertalite di tempatnya dijual Rp12.500 per liter. Ia tidak menutup mata bahwa permintaan melonjak tajam sejak beberapa hari terakhir akibat tidak stabilnya pasokan dari distributor. “Kami hanya berusaha membantu warga sebisanya. Kalau pasokan terlambat, antrean langsung membludak,” kata Andi yang berharap adanya penyaluran BBM yang lebih teratur ke wilayah pedesaan.
Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A. F. Sagala menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan distribusi BBM, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan penyedia bahan bakar. “Kami mengawal agar situasi tetap kondusif, serta mencari solusi jangka panjang jika kelangkaan terus berlanjut,” tegasnya. Langkah monitoring tersebut diharapkan dapat meredam kepanikan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Pakpak Bharat. #Prajurit Pena
(Nur Kennan Tarigan)







































