Terjadi Kembali….!!!Kekerasan Sekolah di SMPN 2 Trenggalek Jawa Timur

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:00 WIB

50109 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Trauma Siswa, Reputasi Sekolah Dipertaruhkan Dunia pendidikan dihebohkan oleh insiden kekerasan di SMP Negeri 2 Trenggalek, yang melibatkan seorang petugas keamanan sekolah sebagai pelaku dan seorang siswa kelas 7 sebagai korban.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai mekanisme pengawasan, keamanan siswa, dan standar respons institusi pendidikan terhadap tindakan represif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan kekerasan fisik terhadap siswa saat pelaksanaan upacara bendera, yang berujung pada korban pingsan. Kekerasan dilakukan menggunakan selang air.

Denis Alfiansyah (Siswa Kelas 7B). Pelaku: Petugas keamanan sekolah berinisial NV.

Humas Bu Tuti dan Guru BK yang baru mengetahui setelah dikonfirmasi wartawan

Hari Senin pagi, saat pelaksanaan upacara bendera.

Area barisan saat upacara di SMP Negeri 2 Trenggalek.

Pelaku diduga marah atas penolakan korban (Denis) untuk maju ke depan barisan karena adanya kotoran kucing di lokasi yang ditunjuk. Ini menunjukkan gagalnya pengendalian emosi dan penyalahgunaan wewenang petugas keamanan.

Pihak keamanan telah meminta maaf kepada wali murid.

Pihak sekolah (Guru BK) tidak segera mengetahui insiden, menunjukkan adanya disrupsi komunikasi dan pengawasan internal yang serius.

Implikasi Kritis dan Tuntutan Tindakan Tegas Insiden ini tidak bisa dianggap remeh dan hanya diselesaikan dengan permintaan maaf. Terdapat empat implikasi serius yang harus ditangani:

Sekolah, yang seharusnya menjadi safe haven (tempat yang aman), telah gagal menjamin perlindungan dasar bagi siswa. Pukulan selang air hingga pingsan adalah pelanggaran berat terhadap hak anak dan Kode Etik Perlindungan Anak di lingkungan sekolah.

Korban berpotensi mengalami trauma psikologis (ketakutan, kecemasan, hilang kepercayaan).

Permintaan maaf tidak akan menghapus dampak ini; intervensi psikososial dan terapi wajib disediakan oleh pihak sekolah.

Jika pelaku tidak dikenakan sanksi tegas yang proporsional (misalnya, pemutusan hubungan kerja atau skorsing dari tugas), ini akan mengirimkan sinyal berbahaya bahwa kekerasan terhadap siswa adalah hal yang dapat ditoleransi. Hal ini merusak upaya pencegahan bullying dan kekerasan.

Reputasi SMPN 2 Trenggalek di mata masyarakat telah tercoreng. Untuk memulihkan kepercayaan, sekolah harus menunjukkan komitmen nyata melalui reformasi sistematis, bukan hanya lip service (janji-janji).

Tuntutan Redaksi
Kami mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek dan Kepala SMPN 2 Trenggalek untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dan transparan:

Berikan sanksi berat (bukan hanya teguran) kepada pelaku NV, sebagai bentuk zero tolerance terhadap kekerasan di sekolah.

Lakukan audit menyeluruh terhadap prosedur operasi standar (SOP) petugas keamanan dan mekanisme pengawasan guru di lapangan.

Seluruh staf, termasuk non-edukatif (petugas keamanan, kebersihan), wajib menjalani pelatihan ulang tentang perlindungan anak, penanganan konflik tanpa kekerasan, dan kode etik perilaku di lingkungan sekolah.

Sekolah adalah ruang tumbuh, bukan arena kekerasan. Insiden ini adalah alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memastikan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama.

Tim Redaksi yuan

Berita Terkait

Sisi Lain Peresmian Revitalisasi SMK: Komitmen Cabdindik Kawal Program SIKAP di Mataraman
TNI-Polri Kawal Ketat Ujian Perangkat Desa di Trenggalek
Plt Bupati Tulungagung Dorong Program Magang Luar Negeri Jadi Peluang Emas bagi Generasi Muda
Dampingi Gubernur Jatim’ Plt Bupati Tulungagung Tegaskan Bansos Jadi Penguat Ekonomi Warga dan Perlindungan Sosial
PNIB Desak Kapolri Evaluasi Kapolres KP3 Tanjung Perak dan Kapolda Jatim Terkait Propaganda Residivis Kambuhan
Jaga Kelestarian Alam, Babinsa Jambewangi Dan Warga Bersinergi Bersihkan Sumber Air Serta Tanam Pohon
Lirboyo, “Jantung” Syuriah dan “Pabrik” Struktural NU*
Wujud Ketahanan Pangan, Babinsa Rembang Dampingi Petani Tanam Padi Di Sananwetan Blitar – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah perkotaan, Babinsa Kelurahan Rembang Koramil 0808/20 Sananwetan, Sertu Yakobus M, melaksanakan aksi nyata dengan turun langsung ke sawah. Ia mendampingi proses penanaman padi di lahan milik Bapak Surani, yang merupakan anggota kelompok tani (Poktan) Sumber Pangan Dua, Senin (11/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Palem RT. 01 RW. 04 Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetan Kota Blitar ini menjadi bukti sinergitas antara TNI dan masyarakat. Sertu Yakobus tampak tidak canggung terjun ke lumpur untuk membantu menyusun bibit padi bersama para petani. Kehadirannya di tengah sawah bertujuan untuk memberikan motivasi serta memastikan proses tanam berjalan optimal sesuai dengan jadwal musim tanam yang ada. Sertu Yakobus M menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk memantau perkembangan sektor pertanian di tingkat kelurahan. “Kami ingin memastikan bahwa para petani merasa didukung. Dengan terjun langsung, kami bisa mendengar kendala yang dihadapi petani di lapangan sekaligus menyemangati mereka agar target produksi pangan di wilayah Sananwetan tetap terjaga,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Di tempat yang sama, Bapak Surani selaku pemilik lahan sekaligus anggota Poktan Sumber Pangan Dua, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Babinsa. Menurutnya, bantuan tenaga dan kehadiran TNI di sawah memberikan semangat tersendiri bagi para petani. Ia berharap bantuan dan arahan dari Koramil melalui Babinsa dapat terus berlanjut, terutama dalam hal pengairan dan pemupukan ke depannya. Secara terpisah, Danramil 0808/20 Sananwetan menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan pertanian adalah instruksi komando atas untuk mendukung kedaulatan pangan. Melalui langkah konsisten seperti ini, diharapkan hubungan antara TNI dan rakyat semakin kuat, serta produktivitas lahan pertanian di Kota Blitar, khususnya di wilayah Rembang, dapat terus meningkat demi kesejahteraan masyarakat (Dim0808).

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polres Karo Bersama Warga Amankan Lokasi Judi Tembak Ikan di Tigapanah

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:54 WIB

Polres Karo Laksanakan Pengawasan Pengamanan Ibadah Minggu di Sejumlah Gereja Kabanjahe

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:37 WIB

TNI-Rakyat Bersatu! Babinsa Koramil 02/Tigapanah Bersama Ormas FKPPI Gelar Patroli Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:54 WIB

Warga Suka Dame Kecamatan Tigapanah Gerebek Tempat Diduga Sarang Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:52 WIB

Ganja 8,42 Gram Disita Dari Rumah di Simpang Enam, Pemuda 21 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polres Karo

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:48 WIB

Satresnarkoba Polres Karo Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Doulu

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:43 WIB

Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

Kapolres Karo Cek Langsung Layanan Call Center 110 Pastikan Respon Cepat Untuk Masyarakat

Berita Terbaru