*Siswa Dikreg LXVIII Seskoad Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla di Kota Pekanbaru.*

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:02 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, Nasionaldetik.com

31 Agustus 2026— Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) di wilayah Kodam XIX/TT, Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun Anggaran 2026 melaksanakan rangkaian kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap dinamika wilayah sekaligus membangun sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan pencegahan Karhutla di Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla, baik terhadap aspek lingkungan, kesehatan, sosial, maupun ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran. Pendekatan edukatif tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem pencegahan dini, mengingat keberhasilan penanggulangan Karhutla sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif masyarakat di tingkat lokal.
Selain kegiatan penyuluhan, Siswa Dikreg LXVIII Seskoad juga melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan jajaran Polresta Pekanbaru serta instansi terkait penanggulangan Karhutla. Audiensi tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pola penanganan Karhutla, mulai dari deteksi dini, patroli wilayah, pembinaan masyarakat, kesiapsiagaan personel, hingga penegakan hukum.
Melalui dialog dengan para pemangku kepentingan, para siswa memperoleh pemahaman bahwa penanggulangan Karhutla memerlukan pendekatan yang bersifat komprehensif dan terintegrasi. Upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai dari pemetaan daerah rawan, penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektoral yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perspektif ketahanan wilayah, Karhutla tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ancaman nonmiliter yang dapat berdampak terhadap stabilitas wilayah, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kehidupan sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pola penanganan yang mengedepankan kolaborasi, kecepatan respons, serta keterpaduan antarinstansi.
Kegiatan KKL Wilhan ini juga memberikan nilai akademis bagi Siswa Dikreg LXVIII Seskoad karena memungkinkan para siswa menghubungkan teori yang diperoleh dalam pendidikan dengan kondisi faktual di lapangan. Dari proses tersebut, para siswa dapat memahami secara langsung bagaimana konsep manajemen wilayah, sinergi lintas sektoral, mitigasi bencana, serta pemberdayaan masyarakat diterapkan dalam menghadapi permasalahan nyata di daerah.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan bagi para siswa sebagai calon pemimpin strategis TNI. Kemampuan dalam membangun komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi dengan berbagai komponen bangsa menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman multidimensional yang semakin kompleks.
Melalui rangkaian kegiatan penyuluhan dan audiensi tersebut, Siswa Dikreg LXVIII Seskoad diharapkan mampu memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai penanggulangan Karhutla sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kesadaran masyarakat serta sinergi antarinstansi di Kota Pekanbaru.

*Upaya tersebut selaras dengan semangat untuk membangun ketahanan wilayah yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, melalui penguatan pencegahan, kesiapsiagaan, serta keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.*

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Gebrakan Humanis Kejari Inhil: Kasus Motor Hilang Berakhir Damai, Pelukan Hangat Jadi Saksi Sejarah
Sambut gagasan besar Gus Ipang Wahid : BEM PTNU siap kawal transformasi digital PBNU
Pesta Pora di Atas Penderitaan Warga: Anggaran Miliaran Jombang Fest 2026 Dicibir, Seniman Dilecehkan, Rakyat Krisis Air Bersih
Dalem Santri, Sang Pembuka Jalan Cikal Bakal Purwakarta yang Jejak Sejarahnya Tak Boleh Dilupakan
Polri Hadir dalam Seminar Nasional Hari Santri 2026, Perkuat Moderasi Beragama Menuju Indonesia Emas 2045
RDP Bersama Bupati Pringsewu Tak Temukan Titik Terang, Kuasa Hukum Warga Siapkan Gugatan ke PTUN
*Cuaca Tak Menentu, Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Kondisi Prajurit Tetap Terjaga* 
*Kepedulian yang Menggerakkan Hati, Sritomo Turun Langsung Bantu Satgas TMMD Bangun Rumah Suroto* 

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Gebrakan Humanis Kejari Inhil: Kasus Motor Hilang Berakhir Damai, Pelukan Hangat Jadi Saksi Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Sambut gagasan besar Gus Ipang Wahid : BEM PTNU siap kawal transformasi digital PBNU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Dalem Santri, Sang Pembuka Jalan Cikal Bakal Purwakarta yang Jejak Sejarahnya Tak Boleh Dilupakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Polri Hadir dalam Seminar Nasional Hari Santri 2026, Perkuat Moderasi Beragama Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RDP Bersama Bupati Pringsewu Tak Temukan Titik Terang, Kuasa Hukum Warga Siapkan Gugatan ke PTUN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:23 WIB

*Cuaca Tak Menentu, Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Kondisi Prajurit Tetap Terjaga* 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:10 WIB

*Kepedulian yang Menggerakkan Hati, Sritomo Turun Langsung Bantu Satgas TMMD Bangun Rumah Suroto* 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Berita Terbaru