PETI di Kapuas hulu kembali memakan korban, karena longsor yang menimbun para pekerja

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 10:56 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com, – 09 Maret 2026 Tragedi longsor kembali terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu.

Peristiwa memilukan ini menimpa para penambang yang tengah bekerja di lokasi tambang rakyat hingga menyebabkan sejumlah warga tertimbun material tanah longsor.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian terjadi ketika para penambang sedang melakukan aktivitas penggalian dan penyemprotan air pada dinding tanah untuk mencari butiran emas. Tiba-tiba tanah di sekitar lokasi tambang ambrol dan longsor, menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang galian. Aktivitas tambang emas ilegal memang sangat berisiko karena struktur tanah yang tidak stabil dan minimnya standar keselamatan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses Evakuasi Korban
Setelah kejadian, warga sekitar bersama tim relawan dan aparat setempat langsung melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun.

Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan alat seadanya karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

Beberapa korban berhasil ditemukan setelah dilakukan penggalian tanah secara hati-hati oleh tim gabungan. Proses pencarian berlangsung dramatis karena kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan.

Korban yang ditemukan kemudian segera dievakuasi dari lokasi tambang menuju permukiman warga untuk dilakukan identifikasi serta penanganan lebih lanjut oleh aparat dan keluarga.

Duka Mendalam Warga
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga yang datang ke lokasi maupun ke rumah duka tampak terpukul atas kejadian yang merenggut nyawa para penambang tersebut.

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah pedalaman Kapuas Hulu memang sudah lama menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat, meskipun risiko kecelakaan kerja seperti longsor sering terjadi.
Prosesi Pemakaman Korban

Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh haru di kampung halaman masing-masing.

Ratusan warga turut mengantar kepergian para korban ke tempat peristirahatan terakhir. Tangis keluarga pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, menandai berakhirnya perjuangan hidup para penambang yang mencari nafkah di lokasi tambang tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat

Aparat setempat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin karena selain melanggar hukum, kegiatan tersebut juga sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa.

Tragedi ini menjadi pengingat keras tentang tingginya risiko pekerjaan di tambang ilegal yang sering kali tidak memperhatikan aspek keselamatan maupun kondisi lingkungan

Tim Investigasi Redaksi

Berita Terkait

Semangat Tak Terbendung! Konstruksi Besi Jembatan Gantung Garuda di Cerme Kian Menguat
Hadir di KPPD, Prabowo Bicara Dari Hati ke Hati untuk Bangsa
Kejar Pertumbuhan dan Investasi di Jateng, Ahmad Luthfi Andalkan Kepastian Hukum
KPK Dalami Dugaan Jaringan di Balik OTT Bupati Tulungagung
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
Penuh Semangat, Jembatan Beton Garuda di Sambeng Segera Jadi Akses Andalan Warga
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Koramil 421-03/Pnh Gelar UTP

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:59 WIB

Aroma Perjudian Menyengat di Pasar 4 Kutalimbaru: Arena Sabung Ayam Diduga Milik ‘Edy’ Beroperasi Bebas, Kapolsek Membisu

Sabtu, 18 April 2026 - 19:15 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani

Sabtu, 18 April 2026 - 19:01 WIB

Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:13 WIB

Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59 WIB

LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat

Jumat, 17 April 2026 - 23:27 WIB

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama

Jumat, 17 April 2026 - 21:57 WIB

JMI Meminta APH Untuk segera Mengambil Langkah Hukum Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 April 2026 - 19:40 WIB

PEMDES TOLISETUBONO DIDUGA LAKUKAN PEMBENARAN SEPIHAK: HAK JAWAB DIMUAT, TAPI TOLAK TUNJUKKAN BUKTI DOKUMEN SAAT DIKONFIRMASI

Berita Terbaru