Pemdes Sukalilah Sukaresmi , Sambut baik KKN PKMD Stikes karsa Husada Garut

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 15:22 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Salah satu Perguruan Tinggi di Kab Garut kembali Menggelar kegiatan Akademik, Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), STIKes Karsa Husada Garut pada awal tahun 2026 berfokus pada program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, Pembukaan & Tema: KKN Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) secara resmi dibuka pada 30 Desember 2025, dengan tema utama “1000 Hari Pertama Kehidupan”, Fokus Kegiatan: Mahasiswa diterjunkan untuk melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan, termasuk peningkatan kapasitas kader kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
Lokasi Pelaksanaan: Salah satu lokasi pengabdian yang teridentifikasi berada di Desa Sukalilah Sukaresmi Garut.

Asep Haris Kepala Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi kepada Media menyampaikan Alhamdulillah Desa Kami diberikan kepercayaan untuk kegiatan KKN Stikes Karsa Husada Garut, Sebanyak kurang lebih 60 Mahasiswa Mahasiswi melaksanakan kegiatan KKN PKMD dibulan Januari 2026, Para mahasiswa akan melaksanakan KKN selama kurang lebih dua Minggu , papar Asep Haris Kepala Desa Sukalilah, Senin 5 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep Haris Kepala Desa Sukalilah Sukaresmi Melalui Aplikasi Perpesanan WhatsApp kepada media menyampaikan Petikan Sambutan pemerimaan KKN PKMD Stikes Karsa Husada Garut, Berikut petikan Sambutan Kepala Desa Sukalilah Sukaresmi Garut.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang kami hormati para dosen pembimbing,
dan adik-adik mahasiswa KKN yang kami banggakan.
Selamat datang di desa kami .
Desa Sukalilah Sukaresmi , Sebuah desa yang mungkin jarang muncul di linimasa media sosial,
jarang dipuji netizen,
bahkan sering kali dianggap tertinggal, diremehkan, dan dilupakan.

Adik-adik mahasiswa,
jujur saja—Desa sering kali hanya disebut ketika dibutuhkan.
Tapi ketika dibicarakan, tidak jarang dicitrakan buruk , kurang Baik.
Desa disebut miskin, desa disebut bodoh, desa disebut tidak maju. Padahal, setiap hari orang kota bisa makan tiga kali, karena hasil bumi dari desa.Beras, sayur, kopi, teh, tembakau, ikan, daging—
semuanya lahir dari tanah dan keringat masyarakat desa.
Ironis, bukan?
Desa memberi makan negeri ini,
tapi desa sering terpinggirkan dalam kebijakan, tertinggal dalam pembangunan, dan dijadikan bahan ejekan di media sosial.

Dan hari ini, adik-adik mahasiswa hadir di sini, bukan hanya untuk menjalankan kewajiban akademik,
tetapi untuk menyaksikan sendiri kenyataan yang sering tidak terlihat dari ruang kuliah dan layar ponsel. KKN adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah ilmu tidak hanya dipamerkan, tetapi diuji oleh realitas.
Di sinilah idealisme kalian diuji , apakah ilmu hanya berhenti di kampus, atau benar-benar turun menyentuh masyarakat.

Adik-adik mahasiswa,
desa tidak membutuhkan belas kasihan.Desa membutuhkan keadilan, perhatian, dan keberpihakan.
Dan mahasiswa—sejak dulu—selalu berada di barisan orang-orang yang berani berpihak pada kebenaran dan keadilan sosial.
Kami tidak meminta kalian menyelesaikan semua persoalan desa. Kami hanya berharap satu hal:
lihat desa dengan hormat, dengarkan masyarakat dengan hati, dan bekerjalah dengan ketulusan.
Karena dari desa inilah nilai gotong royong, keteguhan hidup, dan kejujuran masih dijaga.
Siapa tahu, kelak ketika kalian menjadi pejabat, pengusaha, akademisi, atau pemimpin bangsa,
kalian tidak lagi memandang desa sebagai beban,
tetapi sebagai akar kehidupan yang harus dijaga dan diperkuat.
Adik-adik mahasiswa yang kami banggakan,
KKN ini mungkin singkat, tapi dampaknya bisa panjang, bagi desa, dan bagi cara kalian memandang Indonesia.

Selamat datang di desa kami.
Belajarlah dari desa,
dan semoga ketika kalian pulang nanti,
kalian membawa pulang empati, kesadaran, dan keberpihakan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tim Redaksi Dede

Berita Terkait

IPTU Wahyono Aji, S.H., M.H Pimpin Penanganan Balapan Liar
“Garut Tempo Doeloe”: Cerita Jaman Kota Garut
Terima Kunjungan Investor, Bupati Garut Sambut Baik Rencana Investasi PT Ennova Apparel Group
Pantau TWA Talaga Bodas, Bupati Garut Ajak Wisatawan Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang
TPS3R Desa Sarimukti jadi Solusi masalah Sampah
DESTINASI WISATA EMBUNG DESA PADAAWAS SIAP MANJAKAN PENGUNJUNG
Bupati Garut Dorong Wisudawan Jadi Pengusaha Muda: Siap Kawal Akses Modal KUR Tanpa Agunan
Iwo Indonesia DPD Garut Melayangkan Surat Untuk Dinkes Dan DLH Garut Dengan Adanya Temuan di Lapangan 

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:51 WIB

Saksi Kasus Bendungan Lahor “Serang Balik” Penyidik: Sebut Laporan Mengada-ada dan Tuntut Jembatan Gratis

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

JEJARING KEKUASAAN DI KABUPATEN MALANG : “Bupati Sanusi Lantik Anak Kandung Kepala DLH, Publik Soroti Praktik KKN”

Selasa, 14 April 2026 - 19:11 WIB

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT

Sabtu, 11 April 2026 - 06:19 WIB

KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH

Jumat, 10 April 2026 - 08:48 WIB

HALAL BI HALAL: MEMBANGUN KEKUATAN DALAM KEBERSAMAAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR.

Minggu, 5 April 2026 - 10:52 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: KETIKA PAJAK DIBAYAR TUNTAS, NAMUN JALAN DIBIARKAN MATI

Sabtu, 4 April 2026 - 07:42 WIB

JALAN UTAMA RINGIN KEMBAR: LUKA YANG TAK PERNAH SEMBUH DI TENGAH KELUHAN WARGA

Jumat, 3 April 2026 - 00:24 WIB

TRAGEDI LAKA LAUT DI PANTAI BENGKUNG: KETIKA PERINGATAN DIABAIKAN, NYAWA MENJADI KORBAN

Berita Terbaru