Nasionaldetik.com,— 24 Maret 2026 Insiden penyiraman air keras yang menimpa Andre Yunus (Wakil Koordinator Kontras) bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan sistematis terhadap suara kritis di Indonesia. Aktivis militan dan tokoh masyarakat mulai jengah dengan “tidur panjang” keadilan yang selama ini membiarkan praktik intimidasi tumbuh subur.
Siapa sebenarnya “dalang besar” di balik oknum TNI yang terlibat? Ir. Edi Uban, tokoh yang dikenal vokal, menegaskan bahwa ini bukan sekadar ulah individu, melainkan representasi arogansi yang mencoreng institusi TNI secara kolektif.
Sebuah tindakan teror fisik yang bermotif pembungkaman. Drama skandal ini melibatkan penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat yang seharusnya menjadi pelindung rakyat, namun justru menjadi alat intimidasi.
Di tengah ruang publik yang seharusnya aman bagi pejuang hak asasi, membuktikan bahwa hukum kita masih tebang pilih dan belum mampu menyentuh aktor intelektual di balik tirai.
Terjadi di saat narasi kemajuan bangsa terus digemborkan, namun kenyataannya berbanding terbalik dengan jaminan keamanan bagi mereka yang menyuarakan kebenaran.
Kritik dianggap sebagai aib dan ancaman, bukan sebagai instrumen pembangunan. Edi Uban secara tajam menyebut bahwa intimidasi digunakan untuk menutupi borok kebijakan agar masyarakat tetap “bodoh” dan tidak berdaya.
Skenario ini dijalankan melalui tangan oknum dengan pola yang rapi, menunjukkan adanya komando atau restu dari kekuatan yang lebih besar. Respon publik kini menuntut transparansi total: apakah hukum berani menyeret sang aktor intelektual atau kembali menguap dalam sandiwara prosedur?
Catatan Kritis Ir. Edi Uban
“Kritik dan singgungan itu bukan aib! Itu adalah vitamin untuk membangun bangsa agar pintar dan makmur. Jika penguasa menjawab kritik dengan intimidasi, maka itu bukan kemajuan, melainkan kemunduran mental menuju tirani. TNI harus segera membersihkan ‘parasit’ di dalam tubuhnya yang merusak citra korps demi kepentingan dalang tersembunyi.”
Reporter Edi uban







































