Nasionaldetik.com,— 4 November 2026 Keluhan warga dan pengguna jalan di wilayah Sendang Biru, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, terus memuncak. Penyebabnya: truk pengangkut ikan basah yang melintas membiarkan air dari bak tumpah ke badan jalan, menciptakan permukaan sangat licin yang kerap memakan korban kecelakaan.
Air sisa di dalam bak truk pengangkut ikan basah tumpah ke permukaan jalan, membuat aspal menjadi sangat licin. Kondisi ini memicu banyak kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Warga dan pengguna jalan di sekitar Sendang Biru yang menjadi korban maupun saksi langsung
Pengusaha perikanan dan pemilik truk di wilayah Sendang Biru yang mengirimkan hasil tangkapan nelayan
Pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait yang seharusnya mengawasi
Turunan Jalan Pletes, Desa Druju — jalur utama menuju dan dari Sendang Biru
Tanjakan Jembatan Kali Lesti — dua titik rawan yang sama-sama basah dan licin akibat air tumpahan bak ikan
Keluhan ini terjadi setiap hari berulang kali, saat truk pengangkut ikan melintas, terutama jam-jam sibuk pergerakan hasil tangkapan nelayan.
Bak truk tidak tertutup rapat dan tidak memiliki saluran pembuangan yang layak, sehingga air ikan terus menetes dan tumpah sepanjang perjalanan
Kurangnya pengawasan dan penegakan aturan terhadap pengangkutan hasil laut
Pengusaha dinilai hanya mementingkan kecepatan dan keuntungan tanpa peduli keselamatan publik
Truk melintas membawa ikan basah. Air di dalam bak terus menetes dan tumpah ke aspal, terutama di jalur menurun dan berbelok. Saat panas mengering sebagian, sisa lendir dan garam membuat jalan tetap licin seperti minyak. Pengendara motor kehilangan keseimbangan, tergelincir, dan jatuh — kadang berboncengan — berujung luka-luka jihingga cedera serius.
“Jalan raya bukan selokan pembuangan. Ini bukan sekadar kotor — ini membahayakan nyawa.”
Warga menegaskan:
Pengusaha di Sendang Biru harus segera memperbaiki sistem pengangkutan — bak harus tertutup rapat, air tidak boleh tumpah ke jalan umum
Ini bukan keluhan sesaat, melainkan ancaman keselamatan yang nyata dan berulang
Jika peringatan diabaikan, warga meminta pihak berwenang memberikan sanksi tegas kepada pemilik kendaraan maupun perusahaan yang melanggar
Jalur Pletes dan Jembatan Kali Lesti adalah jalur vital. Nyawa pengendara lebih berharga daripada sekadar biaya perbaikan bak truk yang seharusnya dilakukan sejak awal.
Reporter Sunarto





























