Nasionaldetik.com,— 15 Desember 2025 Ali Sopian ketua RAMBO dan pimpinan pusat rajawali news mengawal anggaran yang bermasalah di desa kagok yang bermasalah Rambo mengawal dan mengontrol kesalahan yang merugikan masyarakatnya dan memberantas korupsi arahan presiden Prabowo Subianto,” tegasnya
Desa Kagok, Kec. Banjaran – Dana Rp 1 Miliar Lebih untuk Pembangunan Fisik dan BLT Pemerintah Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, telah menyalurkan seluruh Pagu Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 1.088.855.000.
Hampir 38.7% (Rp 422.000.000) dari total dana dialokasikan untuk Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani. Ditambah dengan pembangunan jalan lingkungan (Rp 100.000.000), total alokasi infrastruktur fisik mencapai Rp 522.000.000 atau sekitar 47.9% dari total pagu.
Dana untuk Keadaan Mendesak (yang biasanya merujuk pada BLT Dana Desa) mencapai Rp 198.000.000 atau 18.18%. Angka ini menempatkan Keadaan Mendesak sebagai pengeluaran terbesar kedua setelah infrastruktur jalan.
Alokasi untuk Penguatan Ketahanan Pangan juga tinggi, mencapai Rp 205.771.000 atau 18.9%.
Meskipun pembangunan jalan usaha tani penting, dominasi hampir 48% pada infrastruktur fisik dapat mengindikasikan kurangnya keseimbangan alokasi terhadap sektor lain seperti pendidikan, kesehatan preventif, atau pemberdayaan ekonomi non-pertanian.
Alokasi untuk Pelatihan Teknologi Tepat Guna (hanya Rp 12.000.000) dan Pengembangan Sistem Informasi Desa (hanya Rp 3.000.000) tergolong sangat kecil. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang komitmen desa terhadap peningkatan kualitas SDM, transformasi digital, dan investasi pada kegiatan yang bersifat sustainable (berkelanjutan).
Terdapat tiga alokasi terpisah untuk Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan, masing-masing Rp 5.000.000, yang menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi dan koordinasi kegiatan tersebut.
Fokus alokasi ini akan berdampak signifikan pada peningkatan akses dan mobilisasi petani melalui Jalan Usaha Tani, serta memberikan bantuan sosial langsung kepada masyarakat melalui pos Keadaan Mendesak.
Dampaknya pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan digital desa diperkirakan minimal, mengingat alokasi dana yang kecil di kedua sektor tersebut.
Dana disalurkan dalam dua tahapan utama pada Tahun Anggaran 2024.
Tahap 1: Rp 612.136.200 (56.22%)
Tahap 2: Rp 476.718.800 (43.78%)
Penyaluran 100% pagu mengindikasikan bahwa desa telah menjalankan rencana kerja yang ditetapkan sesuai jadwal.
Pemerintah Desa Kagok (Kepala Desa dan perangkat desa) bertanggung jawab penuh atas perencanaan dan realisasi anggaran ini.
Pihak Penerima Manfaat Utama: Petani dan masyarakat miskin/rentan (penerima BLT) menjadi kelompok yang paling diuntungkan dari alokasi ini.
Meskipun dana habis tersalurkan (100%), efektivitasnya harus dinilai dari dampak jangka panjang. Tingginya porsi infrastruktur (fisik) dan BLT (konsumtif) perlu diimbangi dengan indikator peningkatan ekonomi produktif dan peningkatan layanan publik digital.
Apakah Rp 205 juta untuk Ketahanan Pangan benar-benar menciptakan sistem lumbung desa atau hanya dibelanjakan untuk komoditas jangka pendek? Apakah dana operasional pemerintah desa yang mencapai Rp 27,6 juta sudah sesuai dengan kebutuhan riil operasional?
Rekomendasi Pemerintah Desa Kagok didorong untuk mengevaluasi kembali filosofi belanja di tahun anggaran mendatang, dengan menggeser fokus dari dominasi infrastruktur fisik ke investasi pada pembangunan manusia, inovasi desa, dan diversifikasi ekonomi lokal yang berkelanjutan untuk mencapai status desa yang benar-benar Mandiri, bukan hanya Maju.
Tim Redaksi Prima







































