PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Di balik bentangan Jembatan Perintis Lae Sennang yang membelah aliran sungai di Dusun Lae Rumbia, Desa Mbinalun, Kecamatan STTU Jehe, tersimpan harapan puluhan keluarga petani. Melalui Program Karya Bakti TNI, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi Serda Patrianus Zebua bersama warga bergotong royong merehabilitasi jembatan sepanjang 65 meter dengan lebar 1,5 meter yang menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian dan perkebunan. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 70 persen.
Rehabilitasi dilakukan untuk memperkuat konstruksi jembatan agar lebih aman dan layak digunakan dalam jangka panjang. Sejumlah pekerjaan yang telah dikerjakan meliputi pemasangan pagar pengaman di sisi kiri dan kanan menggunakan besi Hermes, penambahan tiang penyangga agar jembatan lebih kokoh, pengecatan pagar dan tiang pylon dengan warna merah putih, pemberian minyak gemuk pada kabel sling guna mencegah korosi, serta pengecatan lantai jembatan berwarna hijau. Seluruh pekerjaan dikerjakan secara gotong royong oleh empat personel Babinsa Koramil 06/Kerajaan bersama lima warga dengan situasi yang aman dan cuaca cerah.
Kepala tukang, Catur Akbar Manik (75), mengatakan Jembatan Lae Sennang memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Desa Mbinalun. Sedikitnya 30 kepala keluarga melintasi jembatan tersebut setiap hari untuk menuju kebun maupun mengangkut hasil pertanian seperti jagung, gambir, kopi, dan durian. Menurutnya, rehabilitasi yang kini telah mencapai 70 persen menjadi harapan besar agar aktivitas warga kembali lancar, aman, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf. A. Siregar menjelaskan bahwa rehabilitasi Jembatan Perintis Lae Sennang merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI yang dilaksanakan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan mempercepat pemulihan infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, sehingga mobilitas warga dan distribusi hasil panen dapat berjalan tanpa hambatan.
Kehadiran TNI bersama masyarakat dalam merehabilitasi Jembatan Lae Sennang menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok negeri. Dengan semakin kokohnya jembatan tersebut, diharapkan roda perekonomian masyarakat terus bergerak, hasil pertanian dapat dipasarkan dengan lebih mudah, dan kesejahteraan petani semakin meningkat. Semangat gotong royong yang dibangun melalui Karya Bakti TNI sekaligus menegaskan bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyat, hingga ke pelosok negeri. (Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena

























