Samosir, Nasional detik.com
– Di tengah semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sebuah pesan tentang wajah Polri yang dekat dengan masyarakat mengemuka dalam Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak Rumahela (FWELB) IX Tahun 2026. Melalui peluncuran buku Polisi Jagung karya Anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII, pengabdian anggota Polri di bidang ketahanan pangan diangkat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (5/7) di Huta Pangondian Simullop Rumahela, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir itu menjadi rangkaian hari kelima FWELB IX Tahun 2026. Acara dihadiri sejumlah pejabat Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sekitar 150 anggota Komunitas Rumahela.
Turut hadir Pembina Komunitas Rumahela sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII, Dirbinmas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo, S.I.K, mewakili Kapolda Sumut, Kasubbag Hentif SSDM Polri AKBP Magdalena Anita Sitinjak, S.H, M.H, perwakilan Mabes Polri, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K, M. Si, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, jajaran pejabat utama Polri, para wakapolres dari sejumlah kabupaten, serta unsur tokoh adat dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali yang dilanjutkan pertunjukan gondang dan musik tradisional Sariburaja Komunal Perkusi Rumahela. Suasana semakin khidmat saat diputar video peringatan 80 Tahun Polri bertajuk Sempatkan Pulang Anakku, disusul prosesi pemberian ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Polri yang ditandai perempuan Batak membawa ampang berisi jagung lengkap dengan 80 lilin sebagai simbol usia pengabdian Polri.
Momentum utama kegiatan ditandai dengan peluncuran buku Polisi Jagung. Buku tersebut kemudian diserahkan kepada Raja Bius serta perwakilan anggota Polri dari Mabes Polri, Polda Sumatera Utara, hingga perwakilan polres.
Dalam sambutan Kapolda Sumut yang dibacakan Dirbinmas Polda Sumut, disampaikan bahwa buku Polisi Jagung menjadi dokumentasi inspiratif tentang peran Polri yang tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta program nasional pemerintah.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho yang turut hadir, mengapresiasi penyelenggaraan FWELB sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat, dan tokoh adat.
Menurutnya, peluncuran buku tersebut menjadi inspirasi bahwa pengabdian Polri dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pelayanan, termasuk mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak Rumahela merupakan agenda tahunan yang digelar Komunitas Rumahela pada 1–10 Juli 2026 sebagai upaya melestarikan budaya Batak sekaligus memperkuat nilai kebangsaan.
(Nur Kennan Tarigan)
#polreskaro
#kapolreskaro
#humaspolreskaro

























