Menilik Skandal Keimigrasian: Dugaan Manipulasi Transaksi dan Peran Rekening Nominee dalam Aliran Dana Ratusan Miliar

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:01 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 7 Juni 2926 Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mendalami dugaan praktik korupsi terstruktur di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam keterangan pers di Gedung Merah Putih, Kamis 4 Juni 2026, Ketua KPK Setyo Budiyanto memaparkan temuan adanya pola transaksi yang diduga tidak wajar dan melibatkan sejumlah pihak di instansi tersebut.

Penyidikan KPK menyoroti oknum berinisial JSP, yang diduga melakukan pembelian aset properti mewah dengan menggunakan emas batangan sebagai alat bayar. Praktik ini diduga menjadi modus untuk mengaburkan jejak transaksi perbankan agar tidak terdeteksi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Langkah ini disinyalir sebagai upaya sistematis untuk menyamarkan harta kekayaan yang diduga berasal dari tindak pidana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil analisis sementara KPK dan PPATK mengungkap adanya perputaran dana mencurigakan sebesar Rp 366,7 miliar yang terdistribusi dalam 96 rekening milik 35 pegawai. KPK menduga bahwa mayoritas dana tersebut berpotensi berasal dari praktik pungutan tidak resmi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing.

Dalam menjalankan modus tersebut, pihak yang terlibat diduga menggunakan skema nominee. Terdapat indikasi pemanfaatan identitas pihak ketiga, termasuk pekerja pendukung operasional kantor seperti office boy dan cleaning service, sebagai penampung dana. Penggunaan identitas pihak lain ini diduga kuat dilakukan untuk memutus mata rantai pelacakan aliran dana oleh otoritas berwenang.

Praktik yang diduga melibatkan struktur hierarkis ini menyoroti kerentanan serius dalam sistem birokrasi keimigrasian. Jika terbukti benar, skandal ini menunjukkan bahwa pelayanan publik telah terdistorsi menjadi instrumen untuk akumulasi kekayaan pribadi secara tidak sah. Penggunaan pihak-pihak yang secara ekonomi rentan sebagai rekening penampung menambah dimensi serius dalam skandal ini, di mana integritas institusi dikorbankan demi menutupi jejak kejahatan ekonomi.

KPK diharapkan dapat terus bekerja secara imparsial dalam mengusut tuntas siapa saja aktor di balik layar yang memberikan perintah atau membiarkan praktik ini berlangsung. Publik menuntut penegakan hukum yang tidak hanya berhenti pada staf lapangan, tetapi juga menyentuh setiap oknum yang diduga menjadi otak di balik sistematika pungli yang merusak citra pelayanan negara.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Ketua IPSI Kecamatan Kemiri Hadiri Kegiatan Urut-Urutan ke-7 TTKKDH di DPC Kameri
*Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri Tahun 2026: Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global*
*Status Caretaker KNPI Biak Numfor Jadi Sorotan, GMNI Pertanyakan Dasar Kelanjutan Tahapan Musda*
Babinsa Komsos dengan Petani, Pastikan Musim Tanam Ketiga Tetap Aman di Tengah Kemarau
Hijaukan Harapan Panen, Babinsa Dewantara Terjun Langsung Pantau Padi Warga
GROMBOLAN MALING :Pupuk Subsidi Beroperasi Rapi & Terkoordinir: Petani Sumbermanjing Wetan Terancam Bangkrut di Tengah Janji Pemerintah
Lia Hambali Jurnalis Senior Sayangkan Video Viral Selegram Yang Kaitkan Dirinya Dengan Pungli
Membangun Harmoni dan Kebersamaan, Danrem 031/WB Gelar Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Karo Pekanbaru

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:36 WIB

Ketua IPSI Kecamatan Kemiri Hadiri Kegiatan Urut-Urutan ke-7 TTKKDH di DPC Kameri

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:01 WIB

Menilik Skandal Keimigrasian: Dugaan Manipulasi Transaksi dan Peran Rekening Nominee dalam Aliran Dana Ratusan Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:27 WIB

*Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri Tahun 2026: Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global*

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:21 WIB

*Status Caretaker KNPI Biak Numfor Jadi Sorotan, GMNI Pertanyakan Dasar Kelanjutan Tahapan Musda*

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:10 WIB

Hijaukan Harapan Panen, Babinsa Dewantara Terjun Langsung Pantau Padi Warga

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:12 WIB

GROMBOLAN MALING :Pupuk Subsidi Beroperasi Rapi & Terkoordinir: Petani Sumbermanjing Wetan Terancam Bangkrut di Tengah Janji Pemerintah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:39 WIB

Lia Hambali Jurnalis Senior Sayangkan Video Viral Selegram Yang Kaitkan Dirinya Dengan Pungli

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:53 WIB

Membangun Harmoni dan Kebersamaan, Danrem 031/WB Gelar Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Karo Pekanbaru

Berita Terbaru