Ketua DPD IWO-I Kota Bekasi Meninta :Evaluasi menyeluruh Terhadap Pelaksanaan Proyek Pemasangan Box Culver di Jl Jend Sudirman.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:12 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- Pelaksanaan proyek pemasangan box culvert di kawasan Jl. Jend. Sudirman, Kranji, Kecamata Bekasi Barat, Kota Bekasi, diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta aspek teknis konstruksi yang semestinya diterapkan dalam pekerjaan infrastruktur pemerintah.

Temuan tersebut terlihat dari kondisi pekerjaan di lapangan saat proses pemasangan box culvert berlangsung, Minggu (17/05/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tampak berada langsung di dalam genangan air berlumpur saat proses pemasangan box culvert menggunakan alat berat excavator. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait penerapan prosedur keselamatan kerja dan standar teknis pelaksanaan proyek.

Selain itu, para pekerja diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap, seperti helm proyek, sepatu safety, sarung tangan, maupun alat pelindung diri lainnya sebagaimana diatur dalam standar K3 konstruksi.

Diduga Tidak Menggunakan Sistem Dewatering
Genangan air yang memenuhi area galian turut menjadi sorotan. Dalam pekerjaan pemasangan box culvert, umumnya diperlukan metode dewatering atau pengeringan area kerja guna menjaga kestabilan tanah dasar dan mutu konstruksi.

Namun, pada proyek tersebut, pemasangan precast box culvert justru dilakukan dalam kondisi saluran masih dipenuhi air keruh dan lumpur. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan sejumlah risiko teknis, di antaranya:
penurunan kualitas pondasi dasar,
ketidakstabilan elevasi pemasangan,
potensi ambles pada struktur,
hingga mempercepat kerusakan konstruksi di kemudian hari.

Praktik pelaksanaan seperti itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi kekuatan dan umur teknis bangunan drainase yang sedang dikerjakan.

Penggunaan Alat Berat Jadi Sorotan
Proses pengangkatan box culvert menggunakan excavator juga menjadi perhatian. Dari pantauan di lapangan, pekerja terlihat berada sangat dekat dengan material yang tengah diangkat di area kerja yang relatif sempit.

Situasi tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja apabila terjadi kegagalan sling, rantai pengikat, maupun pergeseran material saat proses pengangkatan berlangsung.

Di lokasi proyek juga tidak terlihat adanya pengamanan area kerja yang memadai, seperti pemasangan safety line, pagar pengaman proyek, papan peringatan keselamatan, maupun petugas pengawas K3 yang melakukan pengawasan langsung.

Diduga Langgar Regulasi Jasa Konstruksi
Pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak memenuhi sejumlah ketentuan sebagaimana diatur dalam:

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,
Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK),
serta standar operasional pekerjaan drainase dan konstruksi precast beton.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait fungsi pengawasan dari konsultan pengawas maupun pengawas lapangan terhadap kualitas dan keamanan pekerjaan proyek.

Apabila dugaan pelanggaran teknis dan K3 ini dibiarkan, proyek drainase yang seharusnya menjadi solusi pengendalian banjir dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru, seperti kerusakan dini pada konstruksi hingga potensi membahayakan masyarakat sekitar.

Nio Helen Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi Minta APH Terkait dan Walikota Segera Audit dan Evaluasi Menyeluruh Kontraktor Nakal Secara Independen.

“Evaluasi dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, meliputi:

metode pelaksanaan pekerjaan,
penerapan dan kelengkapan administrasi K3, legalitas serta kompetensi pengawas proyek,
kualitas material, hingga metode pemasangan box culvert,tegasnya.

Menurutnya, audit independen penting dilakukan agar proyek yang menggunakan anggaran negara benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar keselamatan kerja, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Suprani IWO-I)

Berita Terkait

Tersinggung Korban Ingin Nikahi Ibunya, Remaja 17 Tahun di Luwu Nekat Bunuh Temannya di Kebun Durian
Warga Rajeg Hill Residence Antusias Ikuti Debat Calon RT dan RW 10, Berlangsung Kondusif dan Inspiratif
Tak Sekadar Monitoring Kegiatan Ibadah, Babinsa Koramil 07/Salak Juga Bantu Kelancaran Arus Kendaraan Jemaat di GMI Salak
Viral Hina Wartawan: Meski Ken Ken Sepatan Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berjalan
TNI Hadir untuk Rakyat, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Monitoring Kegiatan Ibadah Minggu
Babinsa 04/Tigalingga Laksanakan Pengamanan dan Monitoring Ibadah Minggu di GSJA Kedeberek
Kompak dan Humanis, Babinsa dan Kanit Binmas Polsek Parongil Monitoring Kegiatan Ibadah Minggu di Gereja HKBP Parongil
Peresmian 531 KDKMP di Wilayah Kodam IV Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polres Karo Bersama Warga Amankan Lokasi Judi Tembak Ikan di Tigapanah

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:54 WIB

Polres Karo Laksanakan Pengawasan Pengamanan Ibadah Minggu di Sejumlah Gereja Kabanjahe

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:37 WIB

TNI-Rakyat Bersatu! Babinsa Koramil 02/Tigapanah Bersama Ormas FKPPI Gelar Patroli Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:54 WIB

Warga Suka Dame Kecamatan Tigapanah Gerebek Tempat Diduga Sarang Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:52 WIB

Ganja 8,42 Gram Disita Dari Rumah di Simpang Enam, Pemuda 21 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polres Karo

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:48 WIB

Satresnarkoba Polres Karo Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Doulu

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:43 WIB

Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

Kapolres Karo Cek Langsung Layanan Call Center 110 Pastikan Respon Cepat Untuk Masyarakat

Berita Terbaru