LANGKAT – Kondisi jalan utama di Terusan Tapak Kuda, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, kini semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari itu berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan berdebu tebal ketika cuaca panas.

Kerusakan jalan tersebut mendapat sorotan dari Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Kabupaten Langkat, Lukman Hakim. Ia mendesak pihak perusahaan dan pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Debunya terlalu tebal dan sangat mengganggu aktivitas warga. Selain itu, masyarakat juga rentan terkena penyakit ISPA akibat paparan debu,” ujarnya.
Menurut Lukman, kondisi jalan semakin parah karena adanya aktivitas proyek migas yang menggunakan jalur tersebut untuk lalu lintas alat berat dan kendaraan proyek. Akibatnya, permukaan jalan semakin rusak dan sulit dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua.
Keluhan serupa disampaikan Afrianda,warga Pematang Cengal. Ia menuturkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur vital bagi berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah.
“Kalau hujan, anak-anak sering jatuh karena jalan licin dan berlumpur. Kalau panas, debunya luar biasa tebal,” katanya.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak perusahaan yang menggunakan jalan tersebut segera turun tangan memperbaiki kerusakan. Mereka menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi menimbulkan kecelakaan dan dampak kesehatan bagi warga.
“Rawat yang sudah ada, jangan tunggu ada korban baru bertindak,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Kini, masyarakat menanti langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan mereka.
—(Red)—







































