Nasionaldetik.com.— 05 April 2026 Di Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, sebuah ironi pilu terus berulang. Jalan utama yang menjadi satu-satunya urat nadi kehidupan warga kini berubah menjadi kubangan lumpur dan danau air hujan yang sangat mengerikan.
Berikut fakta keluh kesah rakyat kecil yang tak lagi bisa dibungkam:
Jalan utama desa kini kondisinya memprihatinkan, penuh lubang, dan tergenang air setiap kali musim hujan tiba. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital kini justru berubah menjadi jebakan maut yang membahayakan nyawa setiap pengguna jalan.
Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang. Ini bukan jalan di pelosok terpencil yang tak tersentuh, melainkan jalan utama yang menjadi tulang punggung aktivitas warga
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan kian parah memasuki musim hujan. Hingga tanggal 4 April 2026, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau perhatian serius dari pihak berwenang.
Rakyat kecil, petani, dan warga desa yang setiap hari harus berjuang melewati jalan ini untuk berkebun dan mencari nafkah. Mereka adalah orang-orang yang sangat disiplin menunaikan kewajiban, tak pernah menunggak membayar PBB dan pajak lainnya dengan penuh kesadaran.
Pertanyaan besar yang menggantung di udara: kenapa?
Warga taat aturan, pajak dibayar lunas, kewajiban pada negara dijalankan dengan sungguh-sungguh. Namun mengapa balasannya justru jalan yang hancur lebur? Dimana letak keadilan? Dimana fungsi anggaran yang seharusnya kembali untuk kesejahteraan rakyat? Apakah hak kami dipangkas sementara kewajiban kami dituntut setengah mati?
Warga terpaksa harus mempertaruhkan keselamatan, mengarahkan kendaraan dengan susah payah menerobos genangan dan lumpur demi bisa bekerja. Jalan ini adalah satu-satunya akses. Jika rusak, ekonomi mati.
Tuntutan kami sederhana namun tajam:
Tindak cepat! Perbaiki jalan ini sekarang juga! Jangan hanya pandai memungut pajak, tapi bisu saat rakyat menderita. Rakyat kecil tidak boleh diperlakukan seperti ini. Kewajiban kami lunas, maka hak kami atas infrastruktur yang layak harus dipenuhi!
Tim investigasi







































