Oleh : Gus Faiz
Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang
Nasionaldetik.com,— 22 Maret 2026 Unen-unen jawa “Aja nganti kepaten obor karo sedulur ing ndesa,” yang artinya “Jangan sampai putus hubungan kekeluargaan dengan saudara di desa.”
Dalam konteks adat dan kehidupan sosial jawa kepaten obor memiliki nilai filosofi dan budaya sangat dalam, secara harfiah, “kepaten obor” berarti kehilangan obor, namun dalam makna kiasan, istilah ini merujuk pada pantangan atau kondisi yang sangat dihindari, terutama dalam masyarakat Jawa yang sangat menjunjung tinggi sopan santun, dan silsilah keluarga.
Dalam konteks lain istilah kepaten obor paling sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana keluarga besar tidak lagi saling berkomunikasi atau berhubungan, mengakibatkan generasi muda tidak tahu siapa saudara atau buyut mereka. Obor melambangkan cahaya atau petunjuk jalan, sehingga kepaten obor berarti kehilangan kompas sejarah keluarga, yang diibaratkan berjalan dalam kegelapan, sementara budaya Jawa hubungan dengan leluhur dan garis keturunan sangat dihargai, dan kehilangan hubungan tersebut dianggap sebagai musibah batiniah, kehilangan identitas, asal-usul dan kehormatan.
Nah, halal bi halal merupakan bentuk akulturasi budaya jawa dengan ajaran Islam, menciptakan silaturahmi yang kental dengan nuansa kemanusiaan dan solidaritas sosial serta menjaga dan memperkuat tali persaudaraan hubungan dengan garis keturunan.
Halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia, bukan dari Arab atau Timur Tengah. Budaya ini dicetuskan oleh ulama NU, KH Abdul Wahab Hasbullah asal Jombang juga orang Jawa pada tahun 1948 sebagai ajang silaturahmi. Tradisi ini berakar dari pertemuan nilai Islam dan budaya lokal (Jawa) untuk saling memaafkan setelah lebaran. Walaupun bahasanya Arab, istilah ini tidak ada di negara asalnya, melainkan hasil karya Indonesia. Maknanya adalah penyelesaian benang kusut/kesalahan setelah Ramadan.
Kini, halal bihalal menjadi budaya masyarakat Indonesia khususnya di jawa, untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat persaudaraan (menjaga supaya tidak kepaten obor)saat Idul Fitri. Halal bihalal pun diakui sebagai warisan budaya khas Indonesia yang menguatkan harmoni sosial.
Tim Redaksi







































