Hikmah Kenapa Bukan Hari Kiyai Tapi Hari Santri

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:03 WIB

50113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh Faizuddin FM
(Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang)

Nadionaldetik.com,— Satu sosok inspiratif bukan hanya Indonesia tapi juga dunia yang dapat kita jadikan teladan, sebagai santri sekaligus seorang kiyai besar adalah KH. Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur. Istilah “Gus” di sini sudah menandakan bahwa beliau adalah putra Kiyai, tidak tanggung-tanggung, beliau adalah cucu dari Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gus Dur, makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang mondok di pesantren, tetapi lebih kepada siapapun yang memiliki akhlak mulia seperti santri dan memiliki komitmen untuk memperdalam ilmu agama serta meneruskan ajaran ulama. Ia memandang santri sebagai orang yang berani mengambil lompatan pemikiran filosofis dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai universal dari Al-Qur’an dan Hadis, yang diwujudkan melalui kajian mendalam terhadap kitab kuning.

Berkomitmen pada kebenaran: Secara etimologis, kata “shastri” (yang kemudian diadopsi menjadi santri) berarti orang yang menguasai kitab suci. Ini menegaskan bahwa santri adalah orang yang mempelajari dan mendalami ajaran agama secara mendalam.

Nah, sekarang mari kita belajar mengambil hikmah dari kenapa yang ditetapkan Hari Santri bukan Hari Kiyai, sementara yang memproklamirkan resolusi jihad adalah Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, beliau juga Kiyainya Kiyai, Hadratus Syekh Muasis Pondok Tebuireng, Muasis Jam’iyah Nahdlatul Ulama, namun kenapa kok bukan Hari Kiyai ? padahal roh dilahirkannya Hari Santri karena semangat resolusi jihad yang terjadi pada tanggal 22 Oktober yang semestinya harus kita peringati adalah siapa pembangkit dan yang menggelorakan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan pada waktu itu, tapi yang muncul justru Hari Santri.

Ini menunjukkan bahwaaannya setiap Kiyai itu pasti pernah nyantri dan menjadi santri Kiyainya ketika masih mondok di pondok pesantren, yang pasti disebut sebagai Hari Santri menunjukkan bahwasanya seorang Kiyai pun juga adalah sebagai santri, sejarah bagaimana Mbah Hasyim Asy’ari mondok di Pondok Bangkalan asuhan daripada Kiyai Khalil Bangkalan, bertahun-tahun beliau mondok disana, setelah beliau mondok dibangkanlan kemudian pulang mendirikan Pondok Tebuireng, dalam sejarah nya Kiyai Khalil Bangkalan juga pernah mengaji di depan Kiyai Hasyim Asy’ari, bahkan Kiyai Hasyim Asy’ari kaget dan bertanya “Kiyai panjenengan adalah Guru saya, kenapa saat ini panjenengan justru mengaji kepada saya” dijawab oleh Kiyai Khalil Bangkalan “yang dulu ya sudah berlalu, kamu dulu mondok ditempat saya, saat ini saya ingin belajar kepada kamu saling mencari ilmu, saling memperbanyak guru antara satu Kiyai dengan Kiyai yang satunya”

Kiyai Haji Abdul Karim Muasis Pondok Pesantren Lirboyo adalah senior Mbah Hasyim Asy’ari sebagai santri saat di Pondok Bangkalan asuhan Kiyai Haji Khalil Bangkalan, Kiyai Haji Abdul Karim dalam sejarahnya juga pernah mengaji di depan Mbah Kiyai Hasyim Asy’ari, Kiyai Hasyim Asy’ari ketika ada masalah-masalah Nahwiyah dan Sorfiyah beliau tanyanya kepada Kiyai Haji Abdul Karim, nah ini adalah tradisi ulama Kiya zaman dulu yaitu memberbanyak guru, memperbanyak sanad, tidak ada rasa gengsi tidak ada rasa takabbur di dalam hati beliau-beliau ketika berbicara Maslah ilmu.

Hikmah yang harus kita teladani dari Kiyai-kiyai terdahulu dan terapkan di zaman sekarang adalah 1. Memperbanyak Guru 2. Memperbanyak Sanad 3. Tidak ada Rasa Gengsi.

Dengan adanya Hari Santri diharapkan semangat para santri-santri untuk selalu mengaji dan memperbanyak ilmu dan sanad termotivasi.

Tim Redaksi Gus Blangkon

Berita Terkait

Polisi Halangi Upaya Eksekusi Rumah Wartawan TVRI Sulsel, Kuasa Hukum Sebut Lelang Cacat Hukum
Diduga BFI Finance Sintang Lakukan Penipuan Yang Korbankan Agennya Dengan Dapat Bonus Hasil Perolehan Prospek Yang Gagal Kredit
PT Adira Finance Cabang Cilegon Diduga Tak Patuhi OJK, ABB Desak OJK Banten Untuk Bertindak
Tongak Baru Koperasi:Resmi Terbentuknya Forum Koperasi Merah Putih Kabupaten Serang
Penganyar Tuntas di Pura Besakih, AKDBA Buleleng Pererat Ikatan Spiritual dan Kekeluargaan
SAR Danau Toba Resmi Tutup Operasi Pencarian Korban Objek Wisata Air Terjun Situmurun
Aroma Perjudian Menyengat di Pasar 4 Kutalimbaru: Arena Sabung Ayam Diduga Milik ‘Edy’ Beroperasi Bebas, Kapolsek Membisu
Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:48 WIB

Jaga Kamtibmas, Polres Tanah Karo Rutin Gelar Patroli Malam

Minggu, 19 April 2026 - 13:47 WIB

Muscab DPC PKB Kabupaten Karo Sastroy Bangun, S.Sos Didukung 15 dari 17 DPAC Se-Kabupaten Karo

Minggu, 19 April 2026 - 00:08 WIB

Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Pemkab Karo Turut Hadir Dalam Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun

Sabtu, 18 April 2026 - 23:01 WIB

Kapolres Karo Tinjau Kesiapan Polsek Jajaran Jelang Akhir Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:22 WIB

Unik dan Humanis, Polsek Munte Persilakan Warga Gunakan Halaman Mapolsek untuk Resepsi Pernikahan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:17 WIB

Satlantas Polres Karo Amankan Pawai Arak Cita Gemilang Yayasan Ad Dakwah Kabanjahe

Sabtu, 18 April 2026 - 22:11 WIB

Polsek Simpang Empat Amankan Pembukaan Jambore Cabang Karo XII Tahun 2026

Berita Terbaru