Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
– Suasana khidmat menyelimuti Gereja GKPPD Salak Kota, Desa Salak, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Minggu (28/6/2026). Di balik ketenangan jalannya ibadah Minggu pagi, tampak kehadiran sosok Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Serda Julianto Manik, yang sigap melakukan monitoring sekaligus pengamanan di area gereja guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.
Kehadiran aparat di tengah jemaat ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga toleransi antarumat beragama di wilayah binaan. Tercatat sebanyak 240 jemaat hadir memadati gereja dengan penuh sukacita. Selain fokus pada pengamanan di dalam area gereja, Serda Julianto juga turut mengatur arus lalu lintas dan posisi parkir, mengingat terdapat 8 unit kendaraan roda empat dan 40 unit kendaraan roda dua milik jemaat yang terparkir di sekitar lokasi.
Ibadah Minggu kali ini dipimpin oleh Pdt. Andi Ginting, STh., sementara pesan firman Tuhan disampaikan oleh Sintua Tupak Banurea. Dalam khotbahnya yang merujuk pada Surat Filemon 1 ayat 4-7, jemaat diajak untuk merenungkan kasih dan persaudaraan yang tulus dari Rasul Paulus kepada Filemon. Pesan damai tersebut selaras dengan terciptanya suasana harmonis di lingkungan gereja yang terjaga berkat kolaborasi antara pihak keamanan dan jemaat.
Salah satu jemaat, Ibu boru Manik, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran aparat di tengah-tengah mereka. “Kami merasa sangat tenang saat beribadah karena Bapak Babinsa selalu ada di sini setiap Minggu. Beliau tidak hanya mengatur jalan, tapi juga sangat ramah menyapa kami. Ini membuat suasana ibadah terasa lebih akrab dan damai,” ucapnya dengan senyum. Hal ini sejalan dengan pernyataan Danramil 07/Salak, Kapten Inf A.F. Sagala, yang menegaskan bahwa monitoring ini merupakan komitmen TNI untuk senantiasa hadir dan menjaga ketenangan di wilayah binaannya.
Hingga seluruh rangkaian ibadah berakhir pada siang hari, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kendala yang berarti. Sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat di Desa Salak ini menjadi wujud nyata bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Babinsa pun diharapkan dapat terus mempererat ikatan kekeluargaan serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing. (Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena
























